0 5 min 17 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 pecah dalam suasana meriah. Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (26/9/2026) malam, untuk menikmati konser musik yang menghadirkan Charly Van Houten dan Guyon Waton.

Selain konser musik, ternyata diluar area tersebut juga sedang berlangsung Car Free Night yang memberikan ruang bagi UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pusat kota.

Rangkaian Hari Jadi Kudus ke-477 sebelumnya telah diisi berbagai kegiatan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Tari Lajur Caping Kalo yang berhasil mencatatkan rekor MURI dan rekor dunia, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya khas Kudus kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus Samani Intakoris menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus ke-477.

“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah kepada kita semuanya. Malam ini kita bersama-sama hadir di Simpang Tujuh dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kudus yang ke-477,” ujar Samani.

Samani menyebut capaian Tari Lajur Caping Kalo menjadi kebanggaan masyarakat Kudus. Ia berharap budaya tersebut terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Charlie van Houten saat tampil di konser puncak Hari Jadi 477 Kudus (Foto: YM)

“Semoga anak-anak kita, adik-adik kita semuanya melestarikan Caping Kalo. Silakan nanti setiap tanggal 23 setiap bulan memakai pakaian adat Kabupaten Kudus. Kalau ibu-ibunya, mbak-mbaknya, adik-adiknya bisa memakai Caping Kalo,” katanya.

Bupati juga mengajak masyarakat menikmati hiburan malam puncak dengan penuh suka cita, namun tetap menjaga ketertiban. Ia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman, tenteram dan damai.

Dalam kesempatan tersebut, Samani menyampaikan apresiasi kepada PT Nojorono Tobacco Indonesia dan Yayasan Karya Bakti Nojorono yang telah menginisiasi dan mendukung penyelenggaraan kegiatan malam tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Nojorono yang telah memberikan dukungan yang sangat luar biasa kepada kita semuanya dan memberikan hiburan kepada warga dan rakyat Kabupaten Kudus,” ungkapnya.

Samani berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai hiburan semata, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat Kudus.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini meningkatkan pariwisata di Kabupaten Kudus, meningkatkan UMKM kita, meningkatkan PKL kita,” harapnya.

Di sisi lain, Samani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitasnya mungkin terganggu selama pelaksanaan acara, terutama terkait lalu lintas dan aktivitas pertokoan di sekitar Simpang Tujuh.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, sekali lagi mohon maaf bila sebagian masyarakat terganggu. Mungkin lalu lintasnya terganggu, mungkin tokonya juga terganggu. Kami akan melakukan evaluasi terus di dalam kegiatan-kegiatan kami sehingga tidak berdampak kepada masyarakat,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Samani bersama Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton meminta dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Kudus.

“Kami mohon dukungannya. Semoga Kabupaten Kudus selalu sehat, sejahtera, harmoni dan takwa,” pungkasnya.

Usai sambutan Bupati, suasana Simpang Tujuh semakin bergemuruh ketika Charly Van Houten dan Setia Band tampil sebagai penyanyi pertama. Ribuan penonton langsung ikut bernyanyi ketika Charly membawakan sejumlah lagu populer, di antaranya Jangan Pernah Berubah, Rasa yang Tertinggal, Puspa, Cari Pacar Lagi, Biarkan Aku Jatuh Cinta, Isabella, Putri Iklan, hingga Bintang Kehidupan.

Kemeriahan kemudian berlanjut ketika Guyon Waton naik ke atas panggung. Grup musik tersebut membawakan sejumlah lagu karya mereka sendiri maupun karya musisi Jawa lainnya yang sudah akrab di telinga masyarakat.

Guyon Waton di antaranya membawakan Klebus, Sanes, Pelanggaran, Pingal, Dumes dan Wirang. Mereka juga menyuguhkan Negoro Angin karya Denny Caknan, Pamer Bojo karya Didi Kempot serta Kimcil Kepolen karya NDX AKA.

Penampilan kedua musisi tersebut membuat suasana Simpang Tujuh semakin semarak. Ribuan penonton bernyanyi bersama, bergoyang dan sesekali meneriakkan nama penyanyi saat lagu-lagu favorit mereka dimainkan.

Sorotan lampu panggung, dentuman musik dan suara ribuan penonton yang bernyanyi bersama membuat pusat Kota Kudus berubah menjadi lautan manusia. Antusiasme warga semakin tinggi ketika lagu-lagu populer dimainkan, menutup malam puncak Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 dengan suasana penuh kemeriahan. (YM/YM)


Post Views: 1

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *