0 4 min 4 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Sekolah Masehi Kudus berlangsung semarak melalui Masehi Annual Fair (MAF) 2026. Selama tiga hari, 7-9 Oktober 2026, kegiatan tersebut menghadirkan beragam agenda mulai dari edufair, seminar, kompetisi, pertunjukan seni hingga pameran karya siswa.

Mengusung tema “Live the Light”, MAF 2026 dipusatkan di Kompleks Sekolah Masehi Kudus, Jalan K.H. Wahid Hasyim Nomor 29-31. Rangkaian acara melibatkan peserta didik dari berbagai unit pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP hingga SMA.

Tidak hanya menjadi momentum memperingati bertambahnya usia sekolah, MAF 2026 juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas yang mereka miliki. Berbagai hasil pembelajaran ditampilkan melalui pameran maupun gelar karya selama kegiatan berlangsung.

Ketua YBPM Kudus, Christian Hartono, mengatakan penyelenggaraan MAF menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan zaman. Pendidikan, menurutnya, tetap diarahkan untuk mengimbangi tuntutan global sekaligus memperkuat karakter berdasarkan nilai-nilai Kristiani.

“Bisa menjawab tantangan global ke depan dengan karakter-karakter sesuai dengan nilai Kristiani. Selain itu, kami juga terus menjaga kualitas pendidikan di tempat kami,” kata Christian.

Salah satu program yang diperkenalkan dalam MAF tahun ini yakni bilingual class. Melalui program tersebut, bahasa Inggris digunakan dalam proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi siswa menggunakan bahasa asing.

Sekolah Masehi juga memberikan perhatian terhadap penguasaan bahasa Mandarin. Pengembangan kemampuan bahasa asing tersebut dinilai penting sebagai bekal peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan yang semakin terbuka dan kompetitif.

Christian menuturkan kemampuan berbahasa menjadi salah satu keterampilan yang perlu dipersiapkan sejak bangku sekolah. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan lebih siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan di masa mendatang.

“Di tahun ini, 2026, MAF kita ada program baru yaitu bilingual class. Semoga ini juga menjawab tantangan global, di mana sekarang bahasa itu menjadi salah satu hal yang penting,” ujarnya.

Selain memperkenalkan inovasi pembelajaran, MAF 2026 turut diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif. Agenda tersebut antara lain edufair yang menghadirkan perguruan tinggi, seminar, kompetisi akademik, lomba menyanyi, hingga berbagai penampilan seni dari siswa.

Rangkaian kegiatan juga menjadi panggung bagi peserta didik untuk menampilkan karya dari berbagai jenjang. Seni tari, musik, teater, band, hingga gelar karya menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT ke-72 Sekolah Masehi Kudus.

Memasuki hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan seminar parenting, sosialisasi penerimaan murid baru, penanaman pohon serta showcase karya dan penampilan siswa. Penampilan gabungan tim basket hingga kegiatan ekstrakurikuler turut mengisi agenda penutupan MAF 2026.

Christian menambahkan, perkembangan teknologi dan kehadiran kecerdasan buatan (AI) membuat peserta didik perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Karena itu, sekolah berupaya melengkapi proses pendidikan dengan berbagai kegiatan pendukung di luar pembelajaran utama.

“Dengan perkembangan teknologi atau AI saat ini, mau tidak mau anak-anak harus mengikuti atau beradaptasi. Kami juga tidak lupa memperlengkapi anak-anak dengan ekstrakurikuler yang mendukung mereka menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

Plt Kepala Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MAF 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kontribusi YBPM dalam mengembangkan dunia pendidikan sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi dan prestasi peserta didik.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya untuk terus menghadirkan inovasi dan memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Intinya semua kegiatan ini adalah untuk anak-anak Kudus. Tidak ada anak sekolah negeri, tidak ada anak sekolah swasta. Yang ada adalah anak-anak Kudus yang sama-sama kita akan kembangkan kualitasnya,” tutupnya. (AS/YM)


Post Views: 21

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *