GROBOGAN, Liputan7.Net – Warga mengeluhkan adanya proyek pembangunan saluran drainase di wilayah Purwodadi yang berdampak pada aktivitas warga sekitar hingga pengguna jalan, Senin (19/10).
Pekerjaan pembangunan saluran drainase (gorong-gorong) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut berlokasi di wilayah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, dan menuai keluhan warga serta pengguna jalan.
Sejumlah warga menyayangkan pekerjaan pembangunan drainase tersebut karena menyulitkan mereka dan sejumlah pelaku usaha untuk keluar masuk rumah.
“Kita mau keluar masuk rumah kesulitan. Ditambah sambungan internet (Wi-Fi) dan air bersih (PDAM) lebih sering terputus,” keluh seorang warga.
SG (46), warga Purwodadi, mengaku akses jembatan yang dibuat seadanya menyebabkan kendaraan roda dua maupun mobil miliknya tidak bisa masuk ke rumah. Kendaraannya terpaksa diparkir di pinggir jalan yang berdebu.
Tak hanya itu, debu dan bau tak sedap dari hasil pengerukan sedimen di gorong-gorong juga sangat mengganggu. Jaringan Wi-Fi warga hingga saluran air PDAM yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari turut menjadi permasalahan.
“Banyak kabel putus dan pipa air PDAM terputus. Ditambah ceceran sedimen lumpur yang beraroma menyengat dari saluran, membuat warga sekitar tidak nyaman,” ungkapnya.
Kepala Dinas PUPR Grobogan, Ir. Een Endarto, M.M., saat ditemui di kantornya pada Kamis (15/10), belum memberikan keterangan terkait banyaknya keluhan warga mengenai pekerjaan proyek saluran di wilayah Purwodadi.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Grobogan dan dinas terkait segera menanggapi keluhan masyarakat yang berada di sekitar proyek tersebut. (Angky/ISKNEWS.com)
Post Views: 38
