KUDUS, Liputan7.Net – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar workshop pendidikan tentang implementasi digitalisasi pembelajaran di Hotel Sapphire Kudus, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memperkuat kesiapan guru dalam menerapkan teknologi digital di lingkungan pendidikan.
Workshop tersebut diikuti para guru dari Kabupaten Kudus dan daerah sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah terkait percepatan digitalisasi pembelajaran yang telah ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lestari Moerdijat, mengatakan workshop tersebut bertujuan memastikan kebijakan digitalisasi pendidikan dapat diterapkan secara optimal di lapangan.
Menurutnya, pelatihan bagi tenaga pendidik diperlukan agar pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana teknologi, tetapi juga diimbangi dengan peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran.
“Hari ini kami berada di Kudus untuk memastikan agar workshop tersebut bisa terlaksana dan diimplementasikan dengan baik,” kata Lestari saat diwawancarai di Hotel Sapphire Kudus, Senin (19/10/2026).
Ia menilai, penguatan literasi digital menjadi aspek penting dalam pelaksanaan digitalisasi pendidikan. Guru perlu memiliki pemahaman yang memadai agar mampu membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.
Lestari mengingatkan bahwa teknologi digital dapat memberikan manfaat besar dalam pembelajaran apabila digunakan dengan pemahaman yang utuh. Sebaliknya, penggunaan tanpa pengetahuan yang memadai berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diharapkan.
“Tanpa pemahaman yang utuh, ini bisa menjadi pisau yang menikam diri kita sendiri. Kita berharap melalui pelatihan-pelatihan ini, guru semakin memahami sehingga implementasinya sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.
Ia berharap para guru yang mengikuti workshop dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga digitalisasi benar-benar mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi peserta didik.
Kolaborasi untuk Memastikan Program Tepat Sasaran
Dalam kesempatan tersebut, Lestari juga menjelaskan pentingnya kerja sama antara Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan di daerah.
Menurutnya, upaya percepatan digitalisasi pembelajaran membutuhkan sejumlah intervensi, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, penguatan sistem, hingga penyiapan sumber daya manusia.
Dengan cakupan wilayah Indonesia yang terdiri atas 514 kabupaten dan kota, pelaksanaan program membutuhkan koordinasi dan pendampingan agar kebijakan pemerintah dapat menjangkau daerah secara tepat sasaran.
Karena itu, kolaborasi dengan Komisi X DPR RI dinilai penting, khususnya dalam menjalankan fungsi pendanaan, pengawasan, dan pendampingan terhadap program-program pendidikan.
Lestari menyebut wilayah Kudus, Demak, dan Jepara menjadi daerah yang didampingi melalui kerja sama tersebut. Pemahaman terhadap kondisi masing-masing daerah diharapkan membantu pelaksanaan program agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui workshop ini, pemerintah berharap para guru semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Penguatan kompetensi pendidik dan literasi digital diharapkan berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas, sehingga penerapan digitalisasi pembelajaran dapat memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik. (AS/YM)
Post Views: 10
