Kudus, Liputan7.Net – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2024, sebuah pameran spesial bertajuk Hari Santri Exhibition diselenggarakan di Gedung Fadlil Institute, Jekulo Kudus, pada tanggal 20 hingga 22 Oktober 2024. Acara ini menampilkan berbagai warisan turats (karya intelektual) ulama Kudus, pameran foto ulama, serta berbagai kegiatan menarik lainnya seperti launching dan bedah buku, bazar buku, serta kitab kuno.
Ketua Pameran Turats Ulama Kudus, Muhammad Makhin, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat dengan warisan intelektual para ulama Kudus. “Kegiatan ini kami rancang untuk memamerkan karya ulama-ulama Kudus, baik yang sudah dicetak maupun dalam bentuk manuskrip, agar masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai warisan para ulama,” jelas Makhin.
Berbagai Koleksi Berharga Dipamerkan
Pameran ini memfokuskan pada karya-karya tulis ulama terdahulu yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu falak, fikih, dan tafsir Al-Quran. “Kami menampilkan karya-karya ulama besar seperti Syech Abdul Hamid yang pernah menimba ilmu di Mekkah, serta karya dari KHR Asnawi, Kiai Sofwan Duri, dan Kiai Mbah Arwani,” tambah Makhin.
Pameran ini menampilkan sekitar 50 koleksi, termasuk 10 manuskrip yang diperkirakan telah berusia puluhan hingga ratusan tahun. Manuskrip ini menjadi saksi sejarah perjalanan intelektual para ulama Kudus yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan keislaman, tidak hanya di Kudus tetapi juga di berbagai daerah lain.
Rangkaian Acara dan Launching Buku
Acara pameran ini dibuka pada Minggu, 20 Oktober 2024, pukul 08.00 WIB, dan dilanjutkan dengan pameran turats serta foto ulama Kudus hingga malam hari. Selain itu, terdapat juga kegiatan haul Mbalh Yasin sebagai bagian dari peringatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Pada hari kedua, Senin, 21 Oktober 2024, acara pameran berlangsung sepanjang hari dengan tambahan kegiatan seminar bertema “Peran Santri Putri dalam Menghadapi Arus Globalisasi,” yang dikhususkan untuk audiens putri.
Sementara pada hari terakhir, Selasa, 22 Oktober 2024, agenda utama adalah launching dan bedah buku, serta bedah turats ulama Kudus yang akan melibatkan berbagai komunitas santri dan pecinta turats di Kudus.
Menghidupkan Warisan Intelektual
Makhin berharap melalui pameran ini, kesadaran masyarakat, terutama para pecinta sejarah, akan semakin meningkat terhadap pentingnya menjaga dan memanfaatkan warisan intelektual para ulama Kudus. “Kita ingin masyarakat lebih menghargai khazanah sejarah dan warisan ulama yang telah banyak berkontribusi dalam dunia keislaman,” tutupnya. (AS/YM)
