Kudus, Liputan7.Net – SD Masehi Kudus menggelar kegiatan Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Harmoni Nusantara” pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini menampilkan berbagai karya siswa yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia, sebagai bagian dari implementasi kurikulum nasional.
Kepala SD Masehi Kudus, Subekti Kusumadewi melalui Koordinator Bidang Kesiswaan, Agung Fitrianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang apresiasi terhadap kekayaan budaya nusantara yang dikemas dalam berbagai penampilan seperti tari-tarian tradisional, permainan daerah, hingga pengenalan adat dan kebiasaan dari berbagai suku di Indonesia.
“Semua yang ditampilkan hari ini adalah dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. Kami ingin mengakomodasi dan merayakan keberagaman budaya yang ada, sesuai tema P5 tahun ini yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Agung.

Kegiatan ini melibatkan seluruh jenjang kelas, dari kelas 1 hingga kelas 6. Dalam pelaksanaannya, kelas 1 dan 2 (fase A) tampil di hadapan siswa kelas 5 dan 6 (fase C), kemudian kelas 3 dan 4 (fase B) tampil di hadapan siswa kelas 1 dan 2, dan seterusnya. Total ada sekitar 430 siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
Menurut Agung, persiapan kegiatan ini berlangsung cukup singkat, sekitar dua hingga tiga minggu, mengingat adanya hari libur. Namun hasil penampilan siswa, terutama dari fase A, justru melebihi ekspektasi.


“Anak-anak fase A yang kita pikir akan sulit diarahkan, ternyata justru memberikan penampilan yang sangat baik. Mereka menampilkan tarian tradisional, memperkenalkan permainan daerah, dan mengenakan atribut budaya yang mereka buat sendiri,” jelasnya.
Menariknya, dalam kegiatan ini pihak sekolah tidak mewajibkan siswa untuk menyewa kostum. Sebaliknya, siswa diarahkan untuk memanfaatkan bahan yang ada di rumah, atau bahkan membuat sendiri kostumnya dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP). Misalnya, siswa kelas 5 dan 6 yang menampilkan budaya Papua membuat sendiri kostum dari tali rafia dan bahan sederhana lainnya.
Gelar Karya ini bukan hanya untuk unjuk penampilan, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran lintas mata pelajaran. Dalam pelajaran matematika, misalnya, siswa belajar mengukur panjang tali kostum, sementara dalam diskusi P5 mereka mengasah kemampuan bekerja sama dan berpikir kritis.
“P5 ini memang dirancang untuk menguatkan karakter siswa. Kami juga menyisipkan core value sekolah seperti Loving, Intelligent, Gritty, Humble, dan Trustworthy. Anak-anak yang menunjukkan karakter positif dalam proses ini mendapat apresiasi berupa stiker karakter,” imbuh Agung.
Sebagai bentuk inklusivitas, lanjut Agung, kegiatan ini juga disiarkan secara live melalui kanal YouTube sekolah, agar siswa yang berhalangan hadir tetap bisa menyaksikan rangkaian acara.
“Dengan tema besar “Harmoni Nusantara”, SD Masehi Kudus ingin menanamkan rasa cinta tanah air dan toleransi sejak dini melalui eksplorasi budaya, serta memperkuat karakter siswa sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila,” pungkasnya. (AS/YM)
