Kudus, Liputan7.Net – Momentum Idul Adha 1446 H di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) bukan sekadar seremoni keagamaan.
Lebih dari itu, kampus ini menjadikan penyembelihan hewan qurban sebagai sarana memperkuat kolaborasi lintas sivitas akademika dan wujud konkret kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.
Sebanyak 9 hewan qurban disembelih UMKU tahun ini. Enam ekor sapi dipotong di halaman Kampus 1 dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa).
Tiga kambing lainnya disembelih di Masjid Ar-Raudloh dan ditujukan bagi warga Rusunawa Bakalan Krapyak.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang berqurban, tetapi juga tentang kebersamaan. Dari mahasiswa, dosen, hingga masyarakat sekitar, semua terlibat dan merasakan manfaatnya,” ujar Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto.
Menurut Edy, hewan qurban tersebut berasal dari partisipasi pegawai UMKU, baik dosen maupun tendik, melalui skema syirkah (patungan). Daging qurban kemudian dibagikan kepada mudhohi (pequrban), pegawai kampus, mahasiswa, serta warga sekitar Kampus 1 dan Kampus 2.
Penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan standar kesehatan dan tetap mengikuti syariat Islam. UMKU juga menekankan prinsip keadilan dan keberpihakan dalam distribusi, dengan memprioritaskan penerima yang paling membutuhkan.
“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar. Kami ingin semangat ta’awun ini terus menjadi napas kegiatan kami di kampus,” lanjut Edy.
Di halaman Kampus 1, suasana kebersamaan sangat terasa. Mahasiswa turut membantu dalam proses penyiapan dan pembagian daging, sementara dosen dan tendik bahu-membahu memastikan kegiatan berjalan tertib.
Sementara itu, di Masjid Ar-Raudloh, tiga kambing yang disembelih secara khusus diperuntukkan bagi warga Rusunawa Bakalan Krapyak.
Langkah ini diambil UMKU sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat sekitar yang tinggal dekat dengan fasilitas kampus.
“Ini bentuk nyata dari nilai-nilai kemuhammadiyahan yang kami usung. Tidak hanya akademik, tapi juga tanggung jawab sosial,” ungkap salah satu panitia qurban dari Ormawa.
Warga yang menerima daging qurban menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih UMKU, semoga berkah dan tahun depan bisa lebih banyak lagi yang berbagi,” ujar Siti, warga Bakalan Krapyak.
Bagi mahasiswa UMKU, kegiatan ini menjadi pengalaman sosial dan spiritual yang membekas. Mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya berkurban, tetapi juga memahami langsung bagaimana qurban menjadi jalan untuk berbagi dan membangun relasi dengan masyarakat.
UMKU sendiri menargetkan agar semangat berbagi dan ta’awun semacam ini dapat menjadi bagian dari budaya kampus yang berkelanjutan.
“Qurban adalah ibadah, tapi juga pendidikan karakter.
Di sinilah nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan bertemu,” pungkas Rektor UMKU. (YM/YM)
