0 3 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada kepulangan salah satu pejabat di Kota Kretek. Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Kudus, Sulistyowati, hingga kini masih tertahan di Jeddah, Arab Saudi, setelah penerbangan internasional yang akan membawanya kembali ke Tanah Air dibatalkan maskapai.

Sulistyowati seharusnya tiba di Indonesia pada Sabtu, 1 Maret 2026 pukul 01.10 dini hari waktu Jeddah. Namun jadwal tersebut urung terlaksana menyusul pembatalan penerbangan akibat meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

“Nggih leres, penerbangan kepulangan kami dari Jeddah tertunda karena dampak perang Iran–Israel,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, keberangkatan umrah dilakukan pada 19 Februari 2026 melalui penerbangan dari Yogyakarta International Airport menuju Madinah dengan transit di Kuala Lumpur. Selama berada di Tanah Suci, seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Sehari sebelum jadwal kepulangan, tepatnya 28 Februari 2026, Sulistyowati masih melaksanakan tawaf di Makkah pada pagi hari. Rombongan kemudian bertolak ke Jeddah pada siang hari dan sempat singgah di kawasan Corniche untuk menunggu waktu berbuka puasa.

“Saat transit di Corniche menjelang waktu berbuka, kami baru mendapat informasi bahwa penerbangan dibatalkan oleh maskapai,” ungkapnya.

Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, seluruh rombongan diarahkan menuju hotel transit yang telah disiapkan maskapai. Mereka kemudian dipindahkan ke hotel untuk menunggu penjadwalan ulang kepulangan.

Saat ini, Sulistyowati bersama rombongan masih menginap di Hotel Mirnian Jeddah. Ia memastikan kondisi keamanan di kota tersebut relatif aman dan kondusif.

“Alhamdulillah, di sini tidak ada gejolak. Kami tetap bisa menjalankan puasa dan ibadah dengan tenang,” ucapnya.

Selama menunggu jadwal baru, kebutuhan jemaah juga tetap terpenuhi. Pihak hotel menyediakan fasilitas sahur dan berbuka puasa bagi seluruh rombongan.

“Untuk berbuka puasa juga sudah disediakan oleh pihak hotel,” tambahnya.

Sulistyowati menyampaikan bahwa maskapai telah memberikan kepastian jadwal penerbangan ulang. Ia dan rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Maret 2026 dengan rute Jeddah–Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Air.

“Insyaallah kami dijadwalkan pulang pada 4 Maret 2026. Mohon doanya semoga lancar,” pungkasnya.(YM/YM)


Post Views: 8



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *