KUDUS, Liputan7.Net – Srikandi Semarak Bersatu Kudus menggelar kegiatan untuk memperingati Hari Batik Nasional dengan mengajak masyarakat berolahraga sekaligus mengenakan busana batik. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman 1000 Merpati, Kudus, Sabtu (3/10/2026) sore.
Ketua Srikandi Semarak Bersatu Kudus, Erna Susana, mengatakan kegiatan tersebut dikemas dengan senam bersama dan lomba kostum batik. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, acara itu diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik.
“Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama berolahraga sekaligus mengenakan batik. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan ikut melestarikan batik,” ujar Erna.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Salah satunya Kepala Bapperida Kabupaten Kudus, Lis, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Erna, antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan berlangsung semarak. Selain senam, peserta juga mengikuti lomba kostum batik dengan kategori sporty dan hype.
Panitia menyiapkan hadiah uang tunai bagi para pemenang lomba kostum batik. Juara pertama mendapatkan hadiah Rp150 ribu, juara kedua Rp100 ribu, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp75 ribu.
“Selain hadiah utama, kami juga menyediakan berbagai bingkisan menarik dan doorprize untuk peserta. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi masyarakat yang hadir,” jelasnya.
Untuk mengikuti kegiatan senam tersebut, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp20 ribu. Peserta juga mendapatkan susu Entrasol O’live Milk sebagai bagian dari fasilitas yang disediakan dalam acara.
Erna menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan peringatan Hari Batik Nasional tersebut. Dukungan di antaranya datang dari Entrasol, Merpati, dan Warung Langit.
“Terima kasih kepada para sponsor dan semua pihak yang telah memberikan dukungan. Tanpa kolaborasi dari berbagai pihak, kegiatan ini tentu tidak dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan konsep yang melibatkan masyarakat secara luas. Menurutnya, peringatan Hari Batik Nasional tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga dapat diisi dengan aktivitas positif yang menggabungkan olahraga, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. (AS/YM)
Post Views: 32
