Kudus, Liputan7.Net – Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus menggandeng Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kudus dalam pelaksanaan “Safari KB Pelayanan KB MKJP” yang digelar di Lantai 2 Poliklinik Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian rangkaian Pra Milad ke-109 ‘Aisyiyah sekaligus upaya mengejar target 500 akseptor KB baru pada tahun 2026.
Kepala Bidang KB Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Masvan Julianto mengatakan, kegiatan Safari KB merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran keluarga berencana di tengah masyarakat.
“Begitu selesai rapat koordinasi dari provinsi terkait pelaksanaan Safari KB Milad ‘Aisyiyah dan IBI, kami langsung berkoordinasi dengan teman-teman ‘Aisyiyah untuk pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan alat kontrasepsi dalam kegiatan tersebut disiapkan oleh Dinsos P3AP2KB Kudus melalui dukungan anggaran BOKB Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan transportasi bagi akseptor maupun pendamping yang hadir.
“Alat kontrasepsi semua dicukupi oleh Dinsos P3AP2KB. Kemudian transport juga diberikan kepada akseptor dan pendamping. Tahun ini pelaksanaannya bekerja sama dengan Rumah Sakit Aisyiyah,” jelasnya.
Masvan menuturkan, pelayanan KB di Kudus tidak hanya dilakukan saat Safari KB berlangsung, namun juga berjalan rutin melalui jaringan 57 klinik KB yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan.
“Kami punya 57 klinik KB, termasuk puskesmas, rumah sakit, bidan praktik hingga dokter praktik mandiri. Jadi pelayanan KB tetap berjalan setiap hari,” katanya.
Menurutnya, target peserta KB baru di Kabupaten Kudus pada tahun 2026 mencapai 500 akseptor.
Hingga pertengahan Mei ini, capaian target sudah lebih dari 50 persen.
“Sekarang sudah sekitar 250 lebih akseptor. Insya Allah target tahun ini bisa tercapai,” ungkapnya.
Ia menyebut, metode kontrasepsi yang saat ini paling diminati masyarakat adalah implan karena dinilai lebih praktis dan efektif untuk jangka panjang.
“Sekarang akseptor lebih banyak memilih implan karena pemasangannya mudah dan ada yang bisa bertahan sampai lima tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kudus, Muslimah mengatakan, Safari KB merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan dalam rangka Milad ‘Aisyiyah sekaligus mendukung program pemerintah di bidang kesehatan keluarga.
“Kegiatan ini memang rutin kami laksanakan setiap tahun. Kami ingin membantu masyarakat agar lebih mudah mendapatkan pelayanan KB, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang,” ujarnya.
Menurutnya, melalui jaringan cabang dan ranting, ‘Aisyiyah juga aktif mengedukasi ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin hingga keluarga yang memiliki balita tentang pentingnya perencanaan keluarga.
“Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa program KB bukan hanya soal pengendalian penduduk, tetapi juga untuk kesehatan ibu dan kesejahteraan keluarga,” tandasnya. ( YM/YM)
Post Views: 5
