0 3 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus optimistis 15 ribu bibit ikan nila yang ditebar di aliran Sungai Irigasi Kedung Gupit Kiri, Kelurahan Mlati Kidul, dapat tumbuh optimal dan dipanen perdana pada September mendatang.

Program penebaran ikan nila tersebut sebelumnya digagas Bupati Kudus sebagai upaya menghidupkan sungai sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kebersihan aliran irigasi.

Kepala Bidang Perikanan Dispertan Kudus, Zaenal Arifin mengatakan, penebaran 15 ribu bibit nila dilakukan pada 10 April lalu di sungai yang berada tak jauh dari kompleks perkantoran Kecamatan Mejobo.

“Pak Bupati menggalakkan beber ikan nila di sungai depan kantor seperti ini dengan harapan yang pertama menjaga sungai, kedua ikut peduli. Biar sungai itu ada ikannya dan ada hasil produksinya,” ujarnya.

Menurutnya, setelah penebaran benih dilakukan, fokus utama saat ini adalah perawatan ikan agar pertumbuhannya sesuai target hingga panen pertama pada Agustus atau September nanti.

“Harapannya kita rawat sampai bulan September, minimal panen pertama nanti bisa besar-besar,” katanya.

Zaenal menjelaskan, tantangan utama budidaya ikan nila di sungai terbuka adalah menjaga debit air agar tidak terlalu tinggi.

Sebab jika aliran terlalu deras akibat tambahan air irigasi atau banjir, ikan berpotensi hanyut keluar dari area budidaya.

“Kalau debit air terlalu tinggi, ikan bisa keluar atau hanyut. Jadi nanti kita koordinasikan dengan PU yang mengurusi sungai,” jelasnya.

Ia juga mengakui persoalan sampah masih menjadi kendala di aliran sungai tersebut. Sampah rumah tangga dari kawasan permukiman dan belakang warung masih kerap terbawa arus menuju lokasi budidaya.

Untuk mengantisipasi hal itu, sejumlah pembatas berupa jaring dan kayu dipasang di beberapa titik guna menahan sampah agar tidak masuk ke area ikan.

“Kalau malam kadang ada yang buang sampah, pagi harinya langsung kita laporkan ke PU dan petugas kebersihan untuk dibersihkan,” imbuhnya.

Selain mengandalkan pakan alami di sungai, Dispertan Kudus juga menyediakan tambahan pakan yang diberikan dua kali sehari, pagi dan sore. Pakan tersebut disiapkan dari bidang perikanan serta dukungan Balai Benih Ikan.

“Pakan tetap kita sediakan. Teman-teman di sekretariat membantu pemberian makan rutin,” katanya.

Zaenal menambahkan, pihaknya tetap optimistis target pembesaran ikan dapat tercapai selama perawatan berjalan baik dan kondisi sungai tetap terjaga.

“Selama perawatannya bagus, kami optimistis. Kelihatannya sudah ada perkembangan,” tandasnya. (YM/YM)


Post Views: 34

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *