0 3 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Rangkaian menuju ajang Muria Trail Run 2026 mulai digelar melalui kegiatan “Road to Muria Trail Run 2026” yang berlangsung meriah di halaman Museum Jenang Kudus pada Minggu (17/5/2026). Acara dimulai pukul 06.30 WIB dengan menghadirkan ratusan pelari yang mengikuti Fun Run 4 kilometer.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sam’ani Intakoris yang sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara.

Menurutnya, event sport tourism seperti Muria Trail Run mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat karena dapat menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, hingga aktivitas ekonomi lokal melalui kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.

Selain start dan finish di kawasan Museum Jenang, para peserta juga disuguhi beragam kuliner khas Kudus seperti lentog tanjong, makanan ringan jadul, hingga jenang Mubarok. Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize dan hadiah menarik bagi peserta yang beruntung.

Kegiatan ini menjadi bagian awal dari rangkaian besar Muria Trail Run 2026 yang puncaknya akan digelar pada 1-2 Agustus 2026 di Balai Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Tidak hanya lari santai, acara tersebut juga diisi workshop dengan narasumber Arief Wismoyono dan Uki Wardoyo, serta demonstrasi Basic Life Support (BLS) dari IDI Kudus sebagai edukasi penanganan pertama pada kondisi darurat.

CEO Mubarokfood Kudus, Muhammad Hilmi, mengatakan pihaknya bersyukur dapat berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-9 Museum Jenang dan Gusjigang Mubarokfood.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun semangat olahraga lari di Kudus.

“Alhamdulillah, rangkaian ini menjadi awal dimulainya beberapa event menuju Muria Trail Run 2026. Mudah-mudahan ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga running di masyarakat Kudus,” ujarnya.

Hilmi menambahkan, kegiatan trail run nantinya tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga mengajak masyarakat menikmati alam Muria sekaligus meningkatkan rasa syukur terhadap ciptaan Tuhan.

“Harapannya kegiatan ini bisa memberikan semangat kepada masyarakat untuk hidup sehat sekaligus tadabur alam, menikmati keindahan alam Muria dan mensyukuri nikmat Sang Khalik,” katanya.

Sementara itu, Alan Ibnu Senjaya, panitia penyelenggara menyebut tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan Muria Trail Run. Pihaknya mengaku mendapat dukungan besar dari berbagai pihak, termasuk Museum Jenang Kudus Mubarok.

Menurut panitia, kegiatan “Road to Muria Trail Run 2026” menjadi bagian pemanasan sebelum race utama digelar pada Agustus mendatang di Rahtawu.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengampanyekan pola hidup sehat kepada masyarakat. Lari adalah bagian dari gaya hidup sehat yang saat ini sangat diminati masyarakat,” ujarnya.

Panitia berharap tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari dapat melahirkan atlet-atlet potensial asal Kudus yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin masyarakat Kudus ikut menyemarakkan kegiatan ini. Semoga nantinya muncul pelari-pelari dari Kudus yang bisa berbicara banyak di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 10

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *