0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie memberikan respons terkait lokasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang disebut terlihat sepi. Menurutnya, kawasan tersebut sebenarnya merupakan jalur yang masih digunakan warga untuk menuju kebun.

Ia mengatakan, kesan sepi muncul karena lokasi KDMP berada di kawasan pegunungan. Jika dilihat dari titik tertentu, aktivitas masyarakat memang tidak begitu terlihat. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan aktivitas warga yang berlangsung di sekitar kawasan tersebut.

“Kalau dilihat dari sudut tertentu seolah-olah sepi, padahal merupakan jalur lalu-lalang warga menuju kebun masing-masing dan juga digunakan untuk kegiatan warga,” kata Yuusufa saat ditemui usai penutupan TMMD, Kamis (13/8/2026).

Yuusufa menjelaskan, jarak lokasi KDMP dengan permukiman warga juga relatif dekat. Berdasarkan survei yang dilakukan bersama pemerintah desa, kawasan tersebut diperkirakan hanya berjarak sekitar 100 hingga 150 meter dari kampung.

Menurut Yuusufa, kondisi akses menuju lokasi juga cukup mendukung. Kendaraan seperti mobil maupun truk dapat mencapai kawasan KDMP sehingga tidak hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Kami sebelumnya sudah survei ke sana bersama kepala desa. Truk bisa masuk, mobil juga bisa masuk,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Yuusufa menilai lokasi KDMP masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara optimal. Keberadaannya diharapkan dapat menunjang berbagai kebutuhan warga, terutama masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian.

“Harapannya bisa mendukung pertanian warga dan juga kebutuhan masyarakat. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kampung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ternadi, Arik Wahono, menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan aset desa yang sebelumnya telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Arik menyebut kawasan tersebut pernah digunakan sebagai lapangan untuk kegiatan olahraga. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkannya untuk menggelar berbagai kegiatan kesenian dan hiburan.

“Ini sebelumnya memang lapangan untuk masyarakat. Digunakan untuk olahraga, kemudian ada ketoprak, kesenian, dan orkes. Jadi sebenarnya cukup ramai,” ungkap Arik saat ditemui di lokasi KDMP Ternadi.

Menurutnya, lokasi tersebut dipilih untuk pembangunan KDMP karena menjadi salah satu aset desa yang tersedia dan posisinya masih dekat dengan permukiman warga.

“Kalau dari permukiman sekitar 100 meter. Jadi sebenarnya dekat dengan warga,” katanya.

Arik mengatakan, pemanfaatan kawasan itu tidak berhenti pada pembangunan KDMP. Pemerintah desa juga memiliki sejumlah rencana pengembangan fasilitas di sekitar lokasi, salah satunya pengajuan pembangunan taman kanak-kanak (TK).

Selain itu, fasilitas olahraga juga akan ditata kembali. Lapangan yang sebelumnya digunakan masyarakat akan disesuaikan dengan kebutuhan warga sehingga keberadaan KDMP tidak menghilangkan fungsi kawasan sebagai ruang aktivitas masyarakat.

Untuk menunjang pelayanan KDMP, pemerintah desa berencana menerapkan sistem yang memudahkan warga dalam memperoleh kebutuhan. Salah satu konsep yang disiapkan yakni layanan pesan antar dengan sistem cash on delivery (COD).

Dengan pola tersebut, masyarakat dapat memesan kebutuhan dari KDMP tanpa harus selalu mendatangi lokasi. Pemerintah desa berharap fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Arik juga melihat peluang KDMP untuk mendukung perekonomian masyarakat Ternadi. Salah satunya melalui pemasaran hasil pertanian warga, terutama kopi yang menjadi salah satu komoditas masyarakat setempat.

Kebutuhan pertanian seperti pupuk juga dinilai dapat menjadi bagian dari layanan KDMP. Keberadaan koperasi diharapkan mampu mendekatkan akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan sekaligus membantu menggerakkan perekonomian desa.

Untuk memperkuat akses menuju kawasan tersebut, Pemdes Ternadi berencana mengusulkan sejumlah pembangunan infrastruktur. Arik menyebut pelebaran jalan dan pembangunan talut akan diupayakan melalui penganggaran APBDes pada 2027.

“Untuk tahun 2027 kami menganggarkan pelebaran dan pembangunan talut. Untuk penerangan juga akan kami upayakan, termasuk kemungkinan menggunakan tenaga surya,” tuturnya. (AS/YM)


Post Views: 32

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *