0 4 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Ratusan anggota Senam Tera Indonesia (STI) Kabupaten Kudus diajak menikmati suasana megah Super Soccer Arena (SSA) dalam kegiatan senam bersama yang digelar pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda bagi para peserta, khususnya kalangan lansia yang mayoritas baru pertama kali masuk ke arena olahraga bertaraf internasional itu.

Ketua Pengurus STI Kudus, Munadji, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 370 peserta dari total kurang lebih 650 anggota STI di Kabupaten Kudus. Para peserta berasal dari berbagai sasana dan komunitas yang selama ini aktif mengikuti senam tera di wilayah Kudus.

“Biasanya kegiatan rutin kami dilaksanakan di Simpang Tujuh saat Car Free Day. Namun kali ini sengaja dipindahkan ke SSA agar teman-teman tidak bosan sekaligus bisa merasakan suasana baru,” ujarnya.

Menurut Munadji, kegiatan itu bukan sekadar olahraga bersama, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota. Ia menyebut para peserta tampak antusias karena dapat berkumpul dan menikmati fasilitas olahraga modern yang selama ini hanya mereka lihat dari luar.

Peserta yang hadir berasal dari sejumlah kelompok, di antaranya Sasana Gor Kudus sekitar 200 orang, Pepadi Kodim 0722 Kudus sebanyak 20 orang, Nojorono 20 orang, komunitas gereja 22 orang, Sekar Melati 30 orang, Tumpang Krasak 20 orang, Gerbang Harapan Baik 25 orang, Parijoto Dawe 22 orang, serta Tali Ungu sekitar 25 orang.

Munadji mengungkapkan sebagian besar anggota STI Kudus merupakan pensiunan dari berbagai profesi, seperti pegawai pemerintah, guru, hingga pelaku usaha. Karena itu, kegiatan senam bersama juga menjadi ruang nostalgia untuk bertemu kembali dengan rekan-rekan lama.

“Rata-rata mereka senang karena bisa bertemu teman-teman kerja dahulu. Jadi selain sehat, kegiatan ini juga membawa kebahagiaan tersendiri,” katanya.

Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pemberdayaan bagi para lansia. Dalam setiap pertemuan, para anggota kerap membawa produk buatan rumahan untuk dijual kepada sesama peserta.

“Ada yang membawa makanan, kerajinan, atau kebutuhan rumah tangga. Jadi di sela-sela kegiatan senam tercipta semacam pasar kecil yang membantu menambah penghasilan anggota,” jelasnya.

Ia menuturkan senam tera sebenarnya terbuka bagi semua kalangan usia. Namun di Kudus, mayoritas anggotanya adalah masyarakat usia lanjut yang ingin menjaga kesehatan setelah memasuki masa pensiun.

“Mereka rutin senam minimal tiga kali dalam seminggu. Hasilnya banyak yang tetap sehat dan mandiri meski usianya sudah lanjut,” terangnya.

Bahkan, lanjut Munadji, anggota tertua STI Kudus saat ini telah berusia 92 tahun. Sementara anggota berusia 70 hingga 80 tahun jumlahnya cukup banyak dan masih aktif mengikuti kegiatan.

“Kalau saya sendiri usia 77 tahun, dan istri saya juga masih aktif menjadi instruktur praktik,” ujarnya.

Ia menambahkan Senam Tera Indonesia merupakan organisasi olahraga pernapasan yang memiliki jutaan anggota dan tersebar di hampir 30 provinsi di Indonesia. Organisasi tersebut terus berkembang karena dinilai mampu membantu masyarakat menjaga kesehatan, terutama bagi kalangan lansia.

Munadji juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan STI. Menurutnya, calon anggota cukup mendaftarkan diri di sasana terdekat dengan iuran yang relatif ringan.

“Iurannya mulai Rp10 ribu sampai Rp50 ribu per bulan. Dana itu digunakan untuk kegiatan latihan dan sosial, termasuk santunan bagi anggota yang sakit maupun meninggal dunia,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 58

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *