Kudus, Liputan7.Net – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antarwaktu Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, menjadi yang paling menyita perhatian dalam pelaksanaan Pilkades Antarwaktu serentak di Kabupaten Kudus, Kamis (18/6/2026). Diikuti lima bakal calon dan digelar melalui dua putaran pemungutan suara, Wahyu Saputra berhasil membalikkan keadaan dan keluar sebagai pemenang untuk memimpin desa hingga 2030.
Sebanyak lima bakal calon mengikuti kontestasi tersebut, yakni Subarkah, Wahyu Saputra, Candra Hermanto, Slamet Supriyono, dan Noor Faiez. Sesuai mekanisme yang berlaku, lima kandidat terlebih dahulu disaring menjadi tiga calon dengan perolehan suara terbanyak.
Pada putaran pertama yang diikuti 169 peserta Musyawarah Desa (Musdes), Slamet Supriyono memimpin dengan 74 suara. Posisi kedua ditempati Wahyu Saputra dengan 58 suara, disusul Candra Hermanto dengan 25 suara. Sementara Noor Faiez memperoleh tujuh suara dan Subarkah dua suara.
Karena tidak ada calon yang memenuhi syarat kemenangan, pemilihan dilanjutkan ke putaran kedua yang diikuti tiga kandidat teratas, yakni Slamet Supriyono, Wahyu Saputra, dan Candra Hermanto. Jumlah peserta bertambah menjadi 171 orang karena calon yang lolos turut memiliki hak suara.
Hasil putaran kedua menghadirkan kejutan. Wahyu Saputra yang semula berada di posisi kedua berhasil membalik keadaan dengan mengumpulkan 79 suara. Sementara Slamet Supriyono memperoleh 69 suara dan Candra Hermanto 23 suara.
Perubahan peta dukungan dari pendukung calon yang tersisih pada putaran pertama menjadi faktor penting yang mengantarkan Wahyu Saputra meraih kemenangan. Dengan hasil tersebut, Wahyu Saputra resmi terpilih sebagai Kepala Desa Antarwaktu Loram Kulon untuk melanjutkan masa jabatan hingga tahun 2030.
Sementara itu, Camat Jati Zainudin mengatakan pelaksanaan Pilkades Antarwaktu di Desa Loram Kulon telah dipersiapkan dengan matang. Bahkan, sehari sebelum pemungutan suara, panitia telah menggelar gladi guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, sesuai dengan skenario yang sudah kita susun di awal. Tadi malam kita sudah melaksanakan gladi dan sampai dengan saat ini berjalan cukup baik dan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, karena jumlah bakal calon mencapai lima orang, maka pelaksanaan dilakukan dalam dua tahap pemungutan suara.
“Yang pertama untuk mengeliminasi lima calon menjadi tiga. Setelah diperoleh tiga calon dengan suara terbanyak, langsung dilanjutkan Musyawarah Desa Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu untuk menentukan pemenang. Jadi semuanya dilaksanakan maraton dalam satu hari,” katanya.
Zainudin menjelaskan, sebanyak 170 peserta Musdes memiliki hak suara dalam pemilihan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, ketua RT, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan desa, perwakilan perempuan hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan).
“Peserta Musdes terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang ada di Desa Loram Kulon sehingga seluruh elemen terakomodasi dalam proses pemilihan,” jelasnya.
Ia berharap kepala desa yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan para kandidat yang ikut berkompetisi demi kemajuan Desa Loram Kulon.
“Harapannya tentu menghasilkan kepala desa yang benar-benar dicintai oleh warganya. Siapa pun yang terpilih harus bisa merangkul seluruh bakal calon yang ada dan bersama-sama menghadirkan pelayanan serta kemajuan Desa Loram Kulon yang lebih baik,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 31
