0 3 min 3 mths

Kudus, Liputan7.Net – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi keberadaan Warung Sedekah di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sebelah selatan Simpang Tujuh Kudus, yang hingga kini konsisten menyediakan makanan gratis bagi fakir miskin dan dhuafa. Menurutnya, kegiatan sosial yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama.

Sam’ani menyampaikan, Warung Sedekah rutin digelar setiap Senin dan Kamis sore. Program tersebut telah berjalan hampir tujuh tahun berkat dukungan para donatur dan sejumlah komunitas yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang membutuhkan.

“Alhamdulillah masih berjalan dengan lancar. Ini bukan kegiatan saya pribadi, tetapi dari para donatur dan komunitas yang memberikan bantuan untuk kita salurkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Sam’ani saat meninjau Warung Sedekah, Kamis (18/6/2026).

Ia mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya sebatas membagikan makanan gratis, tetapi juga menjadi sarana mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk membiasakan diri bersedekah.

“Kami ingin mengajak masyarakat yang merasa mampu dan memiliki kelebihan rezeki agar mau berbagi kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan dhuafa. Walaupun sedikit, kalau dilakukan dengan ikhlas tentu sangat bermanfaat,” katanya.

Menurut Sam’ani, publikasi terhadap kegiatan tersebut bukan bertujuan mencari pencitraan. Sebagai kepala daerah, ia ingin memberikan contoh yang baik agar semakin banyak masyarakat yang tergerak melakukan aksi sosial serupa.

“Kalau kegiatan ini dipublikasikan, harapannya bisa menjadi contoh yang baik sehingga semakin banyak orang yang ikut berbagi kepada sesama,” ucapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kudus juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus masjid, agar kegiatan berbagi kepada masyarakat kurang mampu dapat dilakukan di lebih banyak lokasi.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sekitar 400 porsi makanan yang dibagikan secara cuma-cuma. Menu yang disediakan cukup sederhana, yakni nasi, sayur lodeh, telur, dan air mineral. Makanan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat umum, namun diprioritaskan untuk fakir miskin dan dhuafa.

Salah seorang penerima manfaat, Malik (54), warga Desa Daren, mengaku rutin datang ke Warung Sedekah karena sangat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sebagai penarik becak, penghasilannya tidak menentu sehingga makanan gratis tersebut sangat berarti.

“Alhamdulillah sangat membantu. Kadang sehari narik becak hasilnya belum tentu cukup. Semoga warung sedekah ini tetap langgeng dan para donaturnya selalu diberi kesehatan serta rezeki yang melimpah,” tuturnya. (AS/YM)


Post Views: 31

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *