KUDUS, ISKNEWS.com – Tim Kementerian Pertanian melalui CWS Kudus mengunjungi Saung P4S Literasi Alam BG Farm di Desa Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, Kamis (18/6/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau persiapan pembentukan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).
Rombongan dipimpin Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Kudus, Dwi Listiani, S.Pt., M.Si. Ia didampingi Susi Apriliana, S.P.
Tim tiba sekitar pukul 09.30 WIB. Pendiri Literasi Alam BG Farm, Rochmad Taufiq, bersama tim menyambut langsung kedatangan rombongan.
Pertemuan berlangsung hangat di saung BG Farm. Para peserta berdiskusi sambil menikmati sajian teh hangat dan makanan tradisional.
Dalam kesempatan itu, Dwi Listiani menjelaskan syarat dan tahapan pembentukan P4S. Ia meminta pengelola menyiapkan sarana dan prasarana sebagai kebutuhan utama.
“Yang penting disiapkan terlebih dahulu sarana dan prasarananya, Pak Taufiq. Insya Allah nanti kita bantu dan dampingi,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, terdapat lima aspek utama dalam penilaian klasifikasi P4S. Aspek tersebut meliputi sarana dan prasarana, kelembagaan, pelatihan dan permagangan, ketenagaan, serta pengembangan usaha dan jejaring kerja.
Usai berdiskusi, rombongan meninjau kawasan pertanian dan peternakan terintegrasi BG Farm. Mereka melihat langsung program unggulan “Nabung Ayam dan Nabung Pisang”.
Pada kesempatan itu, Rochmad Taufiq memaparkan sistem litter yang diterapkan di kandang ayam BG Farm. Sistem tersebut memanfaatkan alas kandang berbasis fermentasi alami.
Menurut Taufiq, litter berfungsi sebagai mesin produksi pupuk organik. Sistem ini bekerja secara alami dan berkelanjutan.
“Komposisi litter terdiri atas ranting-ranting bekas yang mudah lapuk, kemudian dilapisi kohe sapi, kohe kambing, dan sekam. Setiap hari ditambahkan kotoran ayam sehingga terjadi proses fermentasi alami,” jelasnya.
Ia mengatakan sistem tersebut mampu mengurangi bau kandang. Selain itu, litter menghasilkan pupuk organik dan mengurangi kebutuhan pembersihan kandang setiap hari.
Taufiq menambahkan, proses fermentasi juga memunculkan larva alami. Larva tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ternak.
Menurutnya, sistem itu membuat usaha peternakan lebih efisien. Pengelola juga dapat menekan biaya operasional dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Saat meninjau lokasi, Dwi Listiani mengapresiasi konsep yang dikembangkan BG Farm. Ia menilai lokasi tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran pertanian dan peternakan.
“Tempat ini memiliki potensi yang sangat baik. Jika dikelola secara optimal dan didukung sarana pendukung serta akses yang memadai, saya yakin akan menjadi pusat pembelajaran pertanian dan peternakan yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan peran Literasi Alam BG Farm. Ke depan, lokasi tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat.
Keberadaan P4S juga diharapkan mendukung program ketahanan pangan. Selain itu, P4S dapat mendorong lahirnya petani dan peternak muda yang inovatif di Kabupaten Kudus.
(Rochmad Taufiq/Liputan7.Net)
Post Views: 42
