0 3 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – SMK Bhakti Kudus berhasil keluar sebagai juara IFL Series 1 Batch Kudus 2026 kategori SMA/MA/SMK setelah menuntaskan persaingan dalam ajang futsal yang digelar di GOR Bung Karno Kudus.

Pada partai final yang berlangsung Minggu (30/8/2026) malam, SMK Bhakti Kudus tampil sebagai tim terbaik dan berhak membawa pulang gelar juara. Sementara posisi runner up diraih MA NU TBS.

Panitia Pelaksana IFL Series 1 Batch Kudus 2026, Farhan Fahrizal, mengatakan kategori SMA/MA/SMK menjadi salah satu kategori dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 30 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

“Untuk kategori SMA, juara pertama SMK Bhakti Kudus, juara kedua MA NU TBS, dan juara ketiga SMK Wisuda Karya,” ujar Farhan saat diwawancarai usai partai final, Minggu (30/8/2026) malam.

Menurut Farhan, penyelenggaraan IFL tahun ini menjadi momentum kembalinya kompetisi tersebut di Kudus setelah sempat vakum beberapa tahun.

IFL sendiri pertama kali lahir di Kudus pada 2017 dengan nama Piala Kemerdekaan. Kemudian pada 2022 dilakukan rebranding menjadi Independent Futsal League (IFL).

“Alhamdulillah bulan Agustus 2026 ini kita bisa melaksanakan kembali IFL. Antusiasmenya tahun ini juga bisa dibilang lebih besar dibandingkan 2023,” jelasnya.

Secara keseluruhan, IFL Series 1 Batch Kudus 2026 diikuti 52 tim dari tiga kategori. Selain 30 tim SMA/MA/SMK, terdapat 16 tim SMP/MTs dan enam tim kategori putri.

Farhan menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme terhadap kompetisi futsal di Kudus masih sangat kuat. Tahun ini, pihaknya juga menghadirkan kategori putri sebagai bagian dari upaya memberikan ruang lebih luas bagi perkembangan futsal putri.

“Untuk kategori putri kita baru mulai tahun ini. Salah satu dukungan kita juga untuk pengembangan futsal putri di Kota Kudus,” ungkapnya.

Selain memberikan ruang kompetisi bagi pemain futsal, IFL juga ingin membangun ekosistem suporter. Menurut Farhan, kelompok suporter memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan sekaligus menjadi wadah bagi anak muda untuk menunjukkan kreativitas.

“Harapannya dengan adanya IFL ini bisa membakar semangat teman-teman tim futsal dan membuat ekosistem suporter lebih terbangun. Suporter juga perlu dirangkul melalui event-event seperti ini,” katanya.

Ke depan, panitia berencana membawa penyelenggaraan IFL ke kota-kota lain. Farhan menyebut lokasi berikutnya masih dirahasiakan.

Sebelumnya, pada 2023 IFL pernah digelar di empat kota, yakni Kudus, Pati, Blora dan Solo. Penyelenggara berharap kompetisi tersebut dapat berkembang secara bertahap dari Jawa Tengah hingga menjangkau wilayah lainnya.

“Kita memang ingin merambah kota-kota lain. Kita mulai kecil dulu dari Kudus, kemudian merambah Jawa Tengah. Harapannya setelah berkembang lebih besar lagi, kita bisa ke luar Jawa Tengah dan regional lainnya,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 1

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *