0 3 min 6 mths

Kudus, Liputan7.Net — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bijak dalam menggunakan media sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ketua PDM Kudus, KH. Noor Muslikan, menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus disikapi secara positif agar tidak menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai keislaman. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana yang bermanfaat jika digunakan dengan penuh tanggung jawab.

“Di era yang serba digital ini, pemuda jangan sampai kehilangan arah kiblat. Perkembangan teknologi, khususnya media sosial, harus disikapi dengan bijak,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi menjadi momen penting untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang bertakwa kepada Allah SWT. Nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial perlu terus diperkuat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Noor Muslikan menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan mempererat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun saat Idul Fitri harus terus dijaga setelahnya.

Ia juga menyoroti dua sisi penggunaan media sosial di era modern. Di satu sisi, media sosial memberikan ruang luas untuk berbagi informasi dan berdakwah. Namun di sisi lain, jika tidak digunakan dengan bijak, dapat memicu penyebaran informasi yang tidak benar.

Karena itu, ia mengimbau generasi muda untuk lebih kritis dalam menerima setiap informasi yang beredar. Proses verifikasi dinilai penting agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Pemuda harus mampu berpikir kritis. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar kemajuan teknologi dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan kebaikan. Media sosial, menurutnya, dapat menjadi wadah efektif untuk dakwah amar ma’ruf nahi munkar jika digunakan secara positif.

Noor Muslikan menegaskan bahwa semangat Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah harus menjadi landasan dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah tetap menjadi pedoman utama, namun penerapannya harus mampu menjawab kebutuhan kehidupan modern.

Dengan semangat tersebut, ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan di tengah masyarakat sekaligus tetap menjaga nilai-nilai keislaman di era digital. (YM/YM)


Post Views: 21



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *