0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net — Peluncuran Djinggo Apple menjadi langkah terbaru PT Nojorono Tobacco International dalam memperkuat inovasi sekaligus mempertahankan nilai warisan yang telah melekat dalam perjalanan perusahaan selama hampir sembilan dekade.

Produk terbaru tersebut diperkenalkan dalam gelaran tertutup di Karawang, Jawa Barat, pada 15 Agustus 2026. Djinggo Apple hadir dengan memadukan karakter tradisional dan sentuhan rasa kontemporer sebagai bagian dari upaya Nojorono membaca dinamika pasar serta selera konsumen dewasa.

Kehadiran Djinggo Apple sekaligus memperkaya portofolio lini produk Djinggo yang telah hadir sejak 1932. Bagi Nojorono, inovasi menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan industri padat karya di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Perusahaan menilai keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan produk dan nilai warisan.

Keberanian untuk beradaptasi serta membuka ruang bagi gagasan baru juga menjadi bagian penting agar perusahaan tetap relevan menghadapi perubahan.

Brand Manager PT Nojorono Tobacco International, Herard Drachman, mengatakan Djinggo Apple tidak sekadar menjadi pencapaian dalam pengembangan portofolio produk.

“Kami terus membuka ruang untuk setiap gagasan baru. Djinggo Apple lebih dari sekadar pencapaian portofolio produk, namun juga menjadi wujud komitmen Nojorono dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal untuk mempertahankan gerak roda ekonomi masyarakat,” ungkap Herard.

Menurut Nojorono, Djinggo Apple mencerminkan upaya mempertemukan tradisi dengan inovasi. Warisan perusahaan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan, sementara keberanian beradaptasi terus dikembangkan untuk merespons tantangan dan dinamika masa kini.

PT Nojorono Tobacco International merupakan salah satu perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia. Perusahaan tersebut didirikan oleh Ko Djee Siong dan Tan Djing Thay, berawal dari gagasan mertuanya, Tjoa Kang Hay.

Perusahaan kemudian dikukuhkan pada 14 Oktober 1932 dan hingga kini berpusat di Kota Kudus, Jawa Tengah. Nojorono saat ini termasuk dalam kategori industri sigaret lima besar di Indonesia.

Perjalanan inovasi Nojorono juga tercermin melalui merek Minak Djinggo yang diluncurkan pada 1932. Produk tersebut disebut sebagai pelopor inovasi sigaret kretek tangan atau SKT dan hingga kini masih bertahan di industri SKT serta dikenal di kalangan petani dan nelayan.
Terobosan lainnya dilakukan melalui peluncuran Clas Mild pada 2003.

Produk tersebut merupakan kategori Low Tar Low Nicotine (LTLN) dan dalam kurun waktu dua setengah tahun berhasil mengukuhkan diri sebagai produk kretek filter rendah tar dan nikotin yang disukai konsumen.

Semangat inovasi tersebut berjalan bersama prinsip leluhur Nojorono, yakni “Bersatu, Berdoa dan Berkarya”. Prinsip yang ditanamkan oleh para pendiri tersebut diterapkan secara turun-temurun oleh seluruh elemen perusahaan sebagai landasan dalam menjalankan aktivitasnya.

Nojorono juga membekali jajaran pemangku kepentingannya dengan lima nilai utama F.A.I.T.H, yakni Fraternity, Accountability, Innovation, Trustworthy, dan High Performance. Nilai Innovation menjadi salah satu dasar untuk mendorong inovasi dan kreativitas dengan semangat peningkatan secara berkelanjutan.

Melalui Djinggo Apple, Nojorono kembali menegaskan bahwa inovasi dan warisan dapat berjalan beriringan. Produk tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai yang telah menjadi fondasi perjalanan Nojorono sejak 1932. (YM/YM)


Post Views: 12

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *