KUDUS, Liputan7.Net — Cabang olahraga (cabor) Jujitsu di Kabupaten Kudus mulai menyiapkan langkah untuk membangun pembinaan secara lebih terarah. Pengurus Kabupaten (Pengkab) Jujitsu Kudus ditargetkan terbentuk dan dikukuhkan pada November 2026 di GOR Kaliputu.
Ketua KONI Kudus Sulistiyanto mengatakan, pembentukan kepengurusan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan wadah resmi bagi Jujitsu di Kabupaten Kudus. Selama ini, cabor bela diri asal Jepang tersebut belum memiliki kepengurusan di tingkat kabupaten.
Menurut Sulis, rencana pembentukan Pengkab Jujitsu Kudus merupakan tindak lanjut arahan Wakil Ketua I KONI Pusat Letjen Suwarno pada 2025. Dengan adanya kepengurusan, pembinaan atlet diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
”Dengan dibentuknya kepengurusan ini, Jujitsu Kabupaten Kudus diharapkan mampu menjalankan pembinaan atlet serta berkontribusi dalam pengembangan prestasi olahraga bela diri,” ujar Sulis.
Ia menjelaskan, proses pengukuhan masih menunggu arahan dari Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI). Namun, agenda tersebut telah diproyeksikan berlangsung November mendatang di GOR Kaliputu.
Menariknya, sebelum kepengurusan resmi terbentuk, langkah awal pembinaan atlet sudah mulai disiapkan. Saat ini terdapat tiga atlet Jujitsu yang didatangkan ke Kudus untuk mendukung rencana pengembangan cabor tersebut.
Salah satu atlet bahkan memiliki pengalaman bertanding di kejuaraan internasional. Keberadaan para atlet tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi awal pembinaan sekaligus memberikan pengalaman dan transfer pengetahuan bagi calon atlet Jujitsu Kudus.
Sulis menegaskan, pembinaan tidak hanya berorientasi pada atlet yang sudah ada. Dalam jangka panjang, KONI Kudus ingin membangun regenerasi dengan menjaring bibit-bibit baru dari kalangan pelajar.
”Untuk pembinaan jangka panjang itu kan harus mulai dari anak sekolah. Terutama memang anak SMP, anak SD kelas enam bisa. Mulai dari situ dicari bibit-bibitnya,” katanya.
Saat ini Jujitsu Kudus memang belum dapat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah lantaran belum memiliki kepengurusan resmi di tingkat kabupaten.
Kondisi tersebut diharapkan berubah setelah Pengkab Jujitsu Kudus dikukuhkan. Cabor ini selanjutnya diproyeksikan mengikuti berbagai kejuaraan tingkat provinsi hingga PON Beladiri.
Pembentukan organisasi sekaligus dimulainya pembinaan atlet tersebut diharapkan memperkaya pilihan cabor bela diri di Kudus. Dengan pola pembinaan yang dimulai sejak usia pelajar, Jujitsu ditargetkan tidak sekadar hadir sebagai organisasi baru, tetapi mampu melahirkan atlet berprestasi untuk membawa nama Kudus di level yang lebih tinggi. (YM/YM)
Post Views: 31
