KUDUS, Liputan7.Net – SMA Negeri 1 Jekulo Kabupaten Kudus menjadikan momentum peringatan HUT ke-37 sebagai langkah memperkuat arah pendidikan dan keterampilan siswa. Selain menggelar berbagai kegiatan perayaan, sekolah tersebut meluncurkan visi baru serta program SMA Mantap pada Selasa (6/10/2026).
Kepala SMA Negeri 1 Jekulo, Imam Subehi, mengatakan peringatan HUT ke-37 tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan visi baru sekolah kepada seluruh warga sekolah.
“Yang pertama ulang tahun SMA Negeri 1 Jekulo yang ke-37. Yang kedua ini launching visi baru SMA Negeri 1 Jekulo,” ujar Imam saat ditemui di sela kegiatan, Selasa (6/10/2026).
Ia menjelaskan, visi baru SMA Negeri 1 Jekulo tersebut adalah SMART. Selain bermakna cerdas, SMART merupakan akronim dari Santun Berkarakter, Mandiri Berprestasi, Aktif Peduli Lingkungan, Ramah Teknologi, dan Terbuka Wawasan Global.
“Harapannya warga sekolah, terutama murid SMA Negeri 1 Jekulo, menjadi murid yang smart sesuai dengan visi yang kami launching pada hari ini,” jelasnya.
Selain visi baru, SMA Negeri 1 Jekulo juga meluncurkan program SMA Mantap yang merupakan program dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Program tersebut diarahkan untuk membekali siswa dengan keterampilan sebagai bekal setelah lulus, terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Imam Subehi menyebut SMA Negeri 1 Jekulo menyiapkan lima klaster keterampilan dalam program tersebut. Kelimanya meliputi teknologi dan digital, kreatif dan tata boga, teknik dan industri, agribisnis dan pertanian modern, serta kelautan dan perikanan, khususnya budidaya dan pengelolaan ikan air tawar.
“Ini sebagai program SMA yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, di mana sekolah memfasilitasi murid-murid yang kemungkinan besar nanti tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dengan keterampilan-keterampilan tertentu,” katanya.
Menurutnya, pembekalan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu siswa menciptakan peluang setelah menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu berkreasi dan berinovasi untuk menunjang kehidupan mereka ke depan.
Saat ini, jumlah siswa SMA Negeri 1 Jekulo dari kelas X hingga XII mencapai 1.057 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan sebagian lainnya memilih bekerja setelah menyelesaikan pendidikan SMA.
“Untuk yang terserap di perguruan tinggi sekitar 20 persen. Karena mereka juga kebanyakan bekerja setelah SMA,” ungkap Imam.
Ia berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan terus diberikan untuk pengembangan program keterampilan tersebut. Menurutnya, pembekalan keterampilan menjadi penting agar lulusan yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi tetap memiliki kemampuan untuk bekerja maupun menciptakan peluang usaha.
“Harapan kami dukungan dari Pemprov, dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, untuk diperhatikan kaitannya dengan program-program sekolah yang nanti akan membekali mereka untuk hidup setelah lulus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Amirul Mahfud Haryanto, mengatakan program SMA Mantap disiapkan untuk mengantisipasi kondisi bahwa tidak seluruh lulusan SMA dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, melalui program tersebut siswa dibekali kemampuan akademik sekaligus keterampilan dan produktivitas. SMA Negeri 1 Jekulo menjadi salah satu sekolah yang menyiapkan lima klaster keterampilan sebagai bagian dari program tersebut.
“Karena dari jenjang SMA itu tidak semua siswa dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Maka disiapkan skill-skill, ada program yang namanya Sekolah Mantap,” kata Amirul.
Ia menyebut sejumlah bidang yang dikembangkan di SMA Negeri 1 Jekulo di antaranya teknologi digital, tata boga, robotik, serta agribisnis. Pembekalan tersebut terutama diarahkan untuk siswa kelas XII sebagai persiapan menghadapi kehidupan setelah lulus.
“Terutama untuk kelas 12, untuk menyiapkan ke jenjang berikutnya, persiapan kemampuan skill kalau tidak melanjutkan ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Amirul menambahkan, program SMA Mantap diharapkan mampu menyiapkan siswa SMA di Kudus agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi secara mandiri.
RANGKAIAN HUT ke-37 SMA Negeri 1 Jekulo
Selain peluncuran visi SMART dan SMA Mantap, peringatan HUT ke-37 SMA Negeri 1 Jekulo juga diisi berbagai kegiatan pada 5–6 Oktober 2026 dengan tema “Tumbuh Bersama, Menginspirasi, Meraih Prestasi”.
Pada Senin (5/10/2026), rangkaian kegiatan diawali apel HUT ke-37, pelepasan balon, tari massal, dan jalan sehat atau Fun Walk. Kegiatan kemudian dilanjutkan donor darah, lomba guru dan siswa, E-Sport Mobile Legend Seven Speed, serta penilaian kebersihan kelas dan lingkungan.
Kegiatan sosial berupa bakti sosial kepada warga sekitar sekolah juga menjadi bagian dari peringatan. Setelah ishoma, warga sekolah menikmati hiburan Live Music Sahabat MeDe sebelum kegiatan hari pertama ditutup dengan doa.
Kemudian pada Selasa (6/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran dan doa bersama. Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum penyampaian visi dan misi baru sekolah serta launching SMA Mantap.
Rangkaian perayaan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menghias tumpeng, pembagian doorprize, pemberian hadiah, dan hiburan musik yang menghadirkan Natural Music Entertainment serta Wayah Nom Band.
Imam berharap usia ke-37 menjadi momentum bagi SMA Negeri 1 Jekulo untuk semakin matang. Hal itu, menurutnya, perlu ditunjukkan melalui peningkatan perilaku positif dan prestasi seluruh warga sekolah.
“Harapan kami SMA Negeri 1 Jekulo menjadi lebih dewasa, dibuktikan dengan perilaku dan prestasi dari seluruh warga SMA Negeri 1 Jekulo yang semakin baik,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 36
