0 4 min 3 mths

PATI, ISKNEWS.com  – Mimpi menjadi pesepak bola profesional membuat puluhan talenta muda dari berbagai penjuru Indonesia rela menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer menuju Kabupaten Pati. Mereka datang dengan satu tujuan, yakni lolos seleksi beasiswa Safin Pati Sports School Indonesia dan mendapatkan kesempatan menimba ilmu di sekolah sepak bola tersebut.

Seleksi gelombang kedua program beasiswa Safin Pati Sports School digelar selama tiga hari, mulai Jumat (19/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026), di Stadion Safin Pati Sports School Indonesia, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.

Peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Pulau Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua. Mereka bersaing menunjukkan kemampuan terbaik demi mendapatkan kesempatan belajar sekaligus berlatih di sekolah berbasis olahraga tersebut.

CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin, mengatakan program beasiswa tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses bagi anak-anak berbakat untuk mengembangkan kemampuan sepak bola sekaligus memperoleh pendidikan yang layak.

Program beasiswa ini diharapkan dapat memberi kesempatan kepada anak-anak berbakat untuk mengembangkan potensi sepak bola sekaligus memperoleh akses pendidikan yang lebih baik,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Rafi, seleksi diperuntukkan bagi calon siswa jenjang SMP dan SMA dengan rentang tahun kelahiran 2010 hingga 2014. Bentuk beasiswa yang diberikan beragam, mulai potongan biaya SPP bulanan hingga pembiayaan pendaftaran sekolah.

Alhamdulillah kami sedang melaksanakan program seleksi beasiswa untuk anak-anak yang berpotensi. Kami berikan beasiswa mulai dari potongan harga SPP bulanan hingga pembiayaan daftar sekolah,” katanya.

Dalam proses seleksi, peserta menjalani serangkaian tes yang tidak hanya menilai kemampuan teknik sepak bola, tetapi juga aspek mental, karakter, serta sikap di dalam maupun di luar lapangan.

Rafi menambahkan, seleksi kali ini merupakan gelombang kedua. Sebelumnya, sekitar 20 pemain muda dari Pulau Jawa telah mengikuti tahapan serupa. Tim pelatih dan talent scouting Safin Pati turut terlibat langsung untuk memastikan kualitas calon penerima beasiswa sesuai standar akademi.

Ke depannya di Safin Pati, we are creating players. Kami ingin membentuk pemain, bukan tim. Jadi pemain tersebut bisa bersaing di level nasional dan bahkan internasional,” tegasnya.

Filosofi tersebut, lanjut Rafi, diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelatih, penyediaan fasilitas latihan yang lengkap, serta sistem pembinaan yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan pengembangan olahraga.

Kepala SMP Terpadu Bina Bangsa, Panji Subrata, menjelaskan bahwa Yayasan Safin Bina Bangsa tidak hanya berfokus pada pembinaan sepak bola, tetapi juga menjamin pendidikan para peserta yang lolos seleksi.

Jadi nanti hasil seleksinya, anak-anak bisa mendapatkan sekolah, asrama, fasilitas sekolah dan asrama, termasuk akademinya. Jadi semuanya menjadi satu paket,” jelas Panji.

Salah seorang peserta seleksi asal Surabaya, Javierimani Darwisy Pambudi, mengaku sudah lama mengenal nama Safin Pati Sports School dan sengaja datang ke Kabupaten Pati untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pesepak bola profesional.

Sudah lama mendengar tentang sekolah Safin ini. Makanya datang untuk melihat langsung dan semoga bisa diterima. Dari kecil suka sepak bola dan sudah mengikuti sekolah sepak bola (SSB),” ungkapnya.

Antusiasme peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa Safin Pati Sports School terus menjadi salah satu tujuan pembinaan sepak bola usia muda yang diminati talenta-talenta potensial dari seluruh Indonesia. (YM/YM)


Post Views: 60

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *