JAKARTA, Liputan7.Net – Rangkaian kompetisi kreativitas Polytron FOX Berkreasik Design Competition resmi mencapai puncaknya. Ajang ini tak sekadar menjadi kompetisi desain, tetapi juga menjadi wadah pembuktian bahwa motor listrik dapat menjadi media ekspresi bagi generasi muda Indonesia.
Karya terbaik milik Danael Adi Triandi berhasil keluar sebagai juara utama dan kini telah diwujudkan secara nyata pada bodi Polytron FOX 200. Desain tersebut memadukan energi dunia basket dengan estetika sneaker culture, menghasilkan tampilan motor listrik yang modern, berani, dan sarat identitas anak muda.
Survei Lokadata terhadap 1.500 responden berusia 18–34 tahun menunjukkan sekitar 75 persen generasi Z dan milenial memiliki minat tinggi untuk beralih ke kendaraan listrik dalam lima tahun ke depan. Menariknya, faktor harga justru menjadi alasan paling rendah dalam keputusan pembelian. Temuan tersebut membuka peluang bagi produsen untuk menghadirkan kendaraan listrik yang mampu mengakomodasi kebutuhan personal sekaligus menjadi representasi gaya hidup penggunanya.
Desain karya Danael mengangkat perpaduan antara dinamika olahraga basket, budaya jalanan (street culture) lokal, dan teknologi ramah lingkungan dalam balutan livery kontemporer pada Polytron FOX 200. Inspirasi dari gaya hidup anak muda modern serta pengaruh sneaker culture global menjadikan motor listrik tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga simbol ekspresi diri dan kebanggaan terhadap karya lokal.
Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengatakan kompetisi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan kendaraan listrik dengan gaya hidup generasi muda.
“Kami ingin generasi muda melihat bahwa transisi ke kendaraan listrik bukan sekadar kepedulian lingkungan, tetapi peluang untuk tampil lebih stylish dan kalcer. Melalui kompetisi ini, kami membuktikan bahwa motor listrik adalah sebuah personal statement—sebuah kanvas berjalan yang mencerminkan identitas dan kreativitas pengendaranya. Dengan menjadikannya bagian dari identitas mereka, kami percaya transisi ke EV akan jauh lebih relevan dan masif di kalangan anak muda,” ujarnya.
Keberhasilan kompetisi ini juga didukung proses kurasi yang dilakukan oleh dua juri dari kalangan seni dan otomotif, yakni visual artist Hard13 serta Adega, Leader Kalcer Skuter sekaligus Founder Rainbow Motobuilder. Keduanya memberikan penilaian berdasarkan kreativitas, estetika, serta relevansi desain dengan tren otomotif dan budaya anak muda saat ini.
Selain menetapkan juara utama, Polytron juga memberikan penghargaan kepada peserta lainnya. Juara kedua dan ketiga, Anindyo Kresandana serta Darussalam, masing-masing memperoleh satu unit laptop Polytron Luxia Pro i5. Sementara juara keempat dan kelima, Kadeboyz dan Nur Azizah, menerima hadiah Polytron 2K Gaming Monitor.
Adapun para grand finalis, yakni M. Firdaus Rahman, Khayfa EF Alam, Hendrik Yudha Prasetio, dan Rinaldy Bergas Sampurno, masing-masing memperoleh voucher MAP senilai Rp1 juta sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan edisi perdana FOX Berkreasik Design Competition, Polytron berharap semangat transisi menuju kendaraan listrik semakin diterima oleh generasi muda. Perusahaan juga membuka peluang hadirnya kompetisi serupa pada edisi berikutnya sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk terus berkreasi sekaligus mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan. (YM/YM)
Post Views: 43
