0 3 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Kudus berencana memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga ke tingkat kecamatan agar masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Rencana tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tengah dinamika ekonomi.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menghadiri Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus di kantor dinas setempat, Jumat (10/7/2026). Menurutnya, pelaksanaan program secara bergilir di setiap kecamatan akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat tanpa harus datang ke pusat kota.

“Kami juga tengah mengkaji terkait rencana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di kecamatan-kecamatan secara bergantian, untuk mendekatkan pasar ke masyarakat. Dema UIN Sunan Kudus juga hadir di sini untuk melakukan riset terkait efektivitas penyelenggaraan gerakan,” ungkap Sam’ani.

Selain memperluas jangkauan layanan, Pemkab Kudus juga memastikan Gerakan Pangan Murah tetap digelar secara rutin setiap bulan sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah. Program ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus setiap bulan, tiap Jumat kedua. Ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan yang murah,” ujarnya.

Sam’ani menambahkan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Dengan keterlibatan UMKM, pemerintah berharap roda perekonomian daerah ikut bergerak seiring meningkatnya aktivitas jual beli selama kegiatan berlangsung.

“Untuk menggerakkan roda ekonomi di daerah, Dinas Pertanian dan Pangan juga mengikutsertakan UMKM dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, agar dampak ekonomi yang hadir semakin luas,” tambahnya.

Di sisi lain, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus turut dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut melalui kegiatan penelitian. Kajian yang dilakukan diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai efektivitas Gerakan Pangan Murah serta menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

Perwakilan Dema UIN Sunan Kudus, Muhammad Prasetyono, mengatakan pihaknya akan meneliti sejauh mana program tersebut berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan sekaligus manfaat yang dirasakan masyarakat. Hasil penelitian nantinya akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi sebagai masukan untuk penyempurnaan program.

“Kami mencoba mencari tahu seberapa efektif gerakan pangan murah ini, dan seberapa besar dampak yang dihadirkan terhadap stabilitas harga pangan. Kami juga akan memberikan rekomendasi terkait apa-apa yang kurang dari gerakan ini dan aspek apa saja yang dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Melalui rencana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara bergilir di seluruh kecamatan, Pemkab Kudus berharap akses masyarakat terhadap bahan pangan murah semakin luas. Program ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat perekonomian masyarakat dan pelaku UMKM secara berkelanjutan. (AS/YM)


Post Views: 34

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *