0 3 min 2 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Kekhawatiran warga terhadap kondisi rumput di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus kini melakukan pemulihan setelah rumput mengalami kerusakan akibat padatnya kegiatan dalam beberapa pekan terakhir.

Padatnya agenda, mulai dari rangkaian HUT ke-81 Republik Indonesia hingga Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus, membuat aktivitas di kawasan alun-alun meningkat. Sejumlah titik rumput mengalami kerusakan, terutama bagian yang sering terinjak dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Kondisi tersebut juga terjadi di tengah cuaca panas dan kemarau panjang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bagi rumput meningkat, sementara aktivitas di lapangan memberikan tekanan tambahan.

Petugas kebersihan melakukan pembersihan di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pasca-berakhirnya rangkaian acara publik, Kamis. (8/10/2026). (Foto: istimewa)

Plt Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo melalui Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (PPRTH), Mukhlisin, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyiraman setelah sejumlah kegiatan selesai.

“Setelah kegiatan kemarin selesai, langsung kita sirami. Kita menggunakan tiga tangki armada kita, kemudian dibantu satu tangki dari Satpol PP,” kata Mukhlisin saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).

Menurut Mukhlisin, penyiraman menjadi langkah awal untuk mengatasi rumput yang mengalami kekeringan sekaligus tekanan akibat tingginya aktivitas di lapangan.

Setelah penyiraman, pihaknya akan melakukan pemupukan menggunakan kombinasi pupuk kompos dan pupuk kimiawi. Penanganan juga akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing bagian lapangan.

“Untuk pemulihan memang penyiraman dan pemupukan. Nanti kita gunakan kompos maupun pupuk kimiawi. Untuk titik-titik yang mengalami kerusakan atau penurunan, akan kita lakukan penyulaman,” ujarnya.

Selain rumput yang mati atau mengering, beberapa titik lapangan juga mengalami perubahan kontur akibat tekanan dan aktivitas di atas lapangan. Bagian yang mengalami penurunan akan ditutup menggunakan tanah urug sebelum dilakukan perawatan lanjutan.

Mukhlisin memastikan pihaknya tidak berencana mengganti seluruh jenis rumput yang ada di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Rumput yang masih memiliki akar atau tunas akan dipertahankan dan dirawat agar dapat kembali tumbuh.

“Kita tidak akan mengganti jenis rumput yang ada di sana. Kita memberikan bahan dan perawatan supaya rumput berkembang dan tumbuh dengan baik. Selanjutnya tentu membutuhkan pengairan yang cukup,” jelasnya.

Pemulihan dilakukan setelah rangkaian kegiatan di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus mulai berkurang. Penyiraman dan pemupukan menjadi tahapan awal sebelum dilakukan penyulaman pada titik-titik yang membutuhkan.

Mukhlisin menambahkan, kondisi cuaca yang panas dan kering menjadi tantangan dalam menjaga pertumbuhan rumput. Penggunaan lapangan secara intensif dalam waktu berdekatan juga membuat rumput mendapatkan tekanan lebih besar.

Karena itu, perawatan tidak hanya dilakukan sekali. Tim PPRTH akan terus memantau kondisi lapangan dan menyesuaikan penanganan berdasarkan tingkat kerusakan pada masing-masing titik.

“Kita upayakan pemulihannya dengan penyiraman, pemupukan menggunakan kompos dan pupuk kimiawi, kemudian penyulaman pada bagian yang memang sudah rusak,” tandasnya. (YM/YM)


Post Views: 27

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *