0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Warga di perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak tak lama lagi akan memiliki akses penyeberangan yang lebih permanen. Jembatan Gantung Setrokalangan-Kedungwaru yang kini tengah dibangun bakal menggantikan jembatan apung yang selama ini menjadi salah satu jalur mobilitas masyarakat di kedua wilayah.

Pembangunan jembatan baru tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar perjalanan warga, khususnya pekerja, buruh pabrik, dan petani yang setiap hari beraktivitas melintasi wilayah Kudus dan Demak.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pembangunan jembatan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat. Menurutnya, akses penghubung antara Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dengan wilayah Kedungwaru di Kabupaten Demak memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan dan perekonomian warga.

“Ini cita-cita masyarakat Kudus dan Demak, jembatan ini jadi jantung ekonomi pekerja, buruh pabrik, hingga petani. Semoga bisa bermanfaat dan mendukung perekonomian,” ujar Sam’ani saat meninjau pembangunan Jembatan Setrokalangan, Jumat (28/8/2026).

Akses tersebut diperkirakan dilintasi sekitar 6.000 hingga 7.000 pengguna sepeda motor setiap hari. Dengan hadirnya jembatan gantung yang lebih permanen, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar dan aman.

Sam’ani menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal proses pembangunan agar dapat diselesaikan sesuai target. Pengawasan dilakukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepolisian, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, yang telah mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.

Sementara itu, Direktur Teknis Lapangan BBWS Pemali Juwana, Nisar Suci Raharjo, menjelaskan pembangunan Jembatan Setrokalangan merupakan bagian dari proyek Sungai Wulan Paket 3. Anggaran khusus untuk pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar Rp10 miliar yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Pekerjaan pembangunan telah berjalan sekitar tiga bulan. Pada tahap awal, kontraktor mengerjakan bagian abutment atau struktur penyangga jembatan menggunakan konstruksi beton bertulang. Setelah itu, struktur utama akan dibangun menggunakan lempeng baja dengan konsep jembatan gantung.

“Target kami, pembangunan jembatan ini sudah selesai pada akhir tahun 2026,” kata Nisar.

Jembatan dengan panjang keseluruhan sekitar 180 meter tersebut dirancang khusus sebagai akses kendaraan roda dua. Lebarnya sekitar 1,8 meter sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Selain mengejar target penyelesaian, pembangunan juga memperhatikan kondisi Sungai Wulan yang kerap mengalami banjir. Desain ketinggian jembatan telah memperhitungkan potensi banjir dan sedimentasi sungai, dengan elevasi sekitar enam meter dari muka air banjir.

“Kalau setiap tahun terjadi sedimentasi sekitar 10 sampai 20 sentimeter, berdasarkan perhitungan kami masih terdapat ruang aman sekitar tiga sampai empat meter,” terangnya.

Pembangunan Jembatan Setrokalangan sendiri menjadi bagian dari proyek normalisasi Sungai Wulan Paket 3. Secara keseluruhan, proyek tersebut memiliki nilai sekitar Rp350 miliar dan dikerjakan PT Brantas Abipraya melalui kerja sama operasi dengan target penyelesaian pada akhir 2027.

Bagi masyarakat, pembangunan jembatan gantung ini menjadi kabar yang dinantikan. Yunis Setianti (32), warga Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, berharap jembatan baru tersebut segera bisa digunakan karena akan mempersingkat perjalanan warga.

“Kalau melewati jalur ini, perjalanan bisa lebih singkat sekitar 10 menit dibandingkan harus memutar melalui Jembatan Tanggulangin. Kami berharap pembangunannya bisa segera selesai dan digunakan,” ujarnya. (YM/YM)


Post Views: 12

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *