0 4 min 3 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi Penaganan pekerjaan longsoran ruas Jalan Kudus–Colo 2026 di Balai Desa Colo, Kecamatan Dawe, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tahapan pekerjaan sekaligus memastikan akses menuju kawasan wisata religi Colo tetap dibuka tanpa penutupan jalan secara total selama proses pembangunan berlangsung.

Sosialisasi dihadiri warga sekitar lokasi longsoran, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pihak pelaksana proyek. Dalam forum tersebut, masyarakat menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah memperbaiki akses utama menuju kawasan wisata religi Sunan Muria yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat longsor.

Staf Teknik DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, Harjono, mengapresiasi dukungan masyarakat yang dinilai menjadi modal penting agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

“Terima kasih kepada warga Colo, terutama yang berada di sekitar lokasi. Semuanya mendukung pelaksanaan penanganan longsoran di kawasan ini,” ujarnya.

Harjono menjelaskan, proyek penanganan longsoran ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kalender atau sekitar enam bulan. Meski demikian, selama masa pelaksanaan pekerjaan pemerintah memastikan tidak akan melakukan penutupan total ruas Jalan Kudus–Colo.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas hanya akan dilakukan secara insidental ketika pekerjaan konstruksi di bagian atas badan jalan berlangsung. Penutupan tersebut bersifat sementara dan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat maupun wisatawan dalam waktu lama.

“Penutupan jalan tidak ada secara total. Kalau memang diperlukan, hanya sementara saat pekerjaan tertentu berlangsung. Itupun tidak sampai satu kali 24 jam,” jelasnya.

Ia mengatakan sebagian besar pekerjaan konstruksi, seperti pemasangan bor pile dan pengecoran struktur bawah, akan dikerjakan dari sisi bawah lereng. Langkah tersebut dipilih agar arus kendaraan menuju kawasan wisata religi tetap dapat berjalan normal.

“Kami juga mempertimbangkan lalu lintas karena ini merupakan akses menuju kawasan wisata religi. Selama pekerjaan bisa dilakukan dari bawah, tentu akan kami lakukan dari bawah agar tidak mengganggu pengguna jalan,” katanya.

Dalam proyek tersebut, kondisi jalan akan dikembalikan seperti semula dengan dua lajur yang utuh. Namun, struktur penyangga di bawah badan jalan akan diperkuat menggunakan konstruksi beton sehingga lebih kokoh dibanding sebelumnya.

Harjono menjelaskan, perbaikan akan menggunakan 19 titik pilar dan 9 pier head sebagai penyangga lantai jalan. Seluruh pekerjaan tetap mengacu pada nilai kontrak dengan anggaran sekitar Rp8,4 miliar.

Selain memperbaiki badan jalan, DPUBMCK juga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko longsor susulan. Di sisi kiri jalan dari arah Kudus akan dibangun saluran drainase permanen menggunakan U-Ditch tipe D3 lengkap dengan penutup guna mengalirkan air permukaan.

Sementara pada bagian tebing akan dipasang pasangan batu penahan agar aliran air hujan tidak langsung menggerus lereng maupun badan jalan.

“Harapan kami tentu tidak terjadi longsor lagi. Karena itu, selain memperbaiki jalan, kami juga membangun sistem drainase dan pengamanan tebing agar air tidak langsung mengalir ke badan jalan dan memicu longsoran,” ungkapnya.

Ia berharap proyek penanganan longsoran tersebut dapat selesai tepat waktu sehingga akses menuju kawasan wisata religi Colo kembali normal dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan dibangunnya kembali jalan ini, kami berharap Colo semakin maju, masyarakat semakin makmur, dan pelayanan kepada wisatawan maupun peziarah yang datang dari berbagai daerah menjadi semakin baik,” pungkas Harjono. (YM/YM)


Post Views: 15

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *