KUDUS, Liputan7.Net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus kembali menggelar pemeriksaan kesehatan tahunan bagi tenaga medis, paramedis, hingga pegawai nonmedis sebagai langkah memastikan seluruh sumber daya manusia yang bersentuhan langsung dengan pasien berada dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan usai apel dan senam bersama di halaman Akademi Kebidanan RSUD dr. Loekmono Hadi, Jumat (17/7/2026). Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut hadir mengikuti senam sekaligus meninjau langsung proses skrining kesehatan yang menjadi agenda rutin setiap tahun.
Bupati Sam’ani menegaskan, kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh fasilitas maupun kecanggihan peralatan medis, tetapi juga kondisi kesehatan para tenaga kesehatan yang setiap hari berinteraksi dengan pasien.
“Hari ini kita bersama pimpinan RSUD dr. Loekmono Hadi, Pak Sekda, dan seluruh jajaran melaksanakan senam kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan bagi tenaga medis maupun seluruh pegawai. Jangan sampai yang mengelola dan merawat orang sakit justru kondisi kesehatannya terganggu,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Tenaga kesehatan yang sehat diharapkan mampu memberikan pelayanan secara maksimal, ramah, dan humanis.
“Harapannya seluruh tenaga kesehatan dalam kondisi sehat, ramah, dan humanis kepada masyarakat. Bagaimana bisa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya kalau tidak dalam kondisi fit dan sehat,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Edi Susanto, mengatakan skrining kesehatan tahun ini menyasar seluruh unsur pegawai, mulai tenaga medis, paramedis hingga nonparamedis.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes rapid HIV dan pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) untuk mendeteksi Hepatitis B. Selain itu, rumah sakit juga secara rutin melaksanakan skrining tuberkulosis (TB) bagi para pegawai sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan penyakit di lingkungan rumah sakit.
“Pesan Pak Bupati jelas, tenaga medis, paramedis, maupun nonparamedis harus sehat sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu kami melakukan skrining penyakit menular agar pelayanan kepada pasien tetap aman,” kata Edi.
Ia menjelaskan, pada tahun ini sebanyak 978 pegawai menjadi sasaran pemeriksaan HIV, sedangkan 638 pegawai mengikuti pemeriksaan HBsAg. Seluruh kegiatan tersebut merupakan program rutin tahunan yang bertujuan menjaga kesehatan pegawai sekaligus menjamin keselamatan pasien.
Menurut Edi, apabila nantinya ditemukan pegawai yang terindikasi positif penyakit menular, rumah sakit akan segera memberikan penanganan medis dan sementara waktu tidak menempatkan pegawai tersebut pada pelayanan langsung kepada pasien hingga dinyatakan aman untuk kembali bertugas.
“Kalau nanti ada pegawai yang terdeteksi positif, kami akan melakukan treatment dan sementara tidak ditempatkan pada pelayanan langsung kepada pasien sampai kondisinya memungkinkan. Namun sampai saat ini, berdasarkan hasil pemeriksaan rutin sebelumnya, belum pernah ditemukan kasus positif pada pegawai kami,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 27
