KUDUS, Liputan7.Net – Kawasan Situs Patiayam di Kabupaten Kudus kembali menyimpan kejutan. Sebuah fosil tulang belakang satwa purba berukuran besar ditemukan warga di aliran Kali Piji, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo.
Temuan tersebut kini tengah diteliti oleh tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memastikan jenis satwa serta usia fosil yang diperkirakan berasal dari jutaan tahun silam.
Penemuan fosil bermula ketika Sugeng, warga Desa Honggosoco, sedang mencari rumput di sekitar aliran Kali Piji. Di sela aktivitasnya, ia melihat benda berukuran besar yang menyerupai tulang mencuat dari permukaan tanah di tepi sungai.
Merasa temuannya memiliki nilai penting, Sugeng tidak berani memindahkan benda tersebut. Ia kemudian melaporkannya kepada tim BRIN yang saat itu sedang melakukan penelitian di kawasan Situs Patiayam.
“Lihatnya seperti tulang besar yang keluar dari tanah. Saya khawatir itu fosil, jadi langsung saya laporkan kepada tim peneliti,” ujar Sugeng.
Mendapat laporan tersebut, tim peneliti BRIN segera mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi awal. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan sederhana karena sebagian fosil masih tertimbun material sungai.
Selama proses penggalian, tim membersihkan lapisan tanah sedikit demi sedikit agar struktur fosil tetap utuh. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari kerusakan sebelum fosil dibawa ke laboratorium untuk penelitian lebih lanjut.
Peneliti BRIN, Bagas, menjelaskan bahwa berdasarkan identifikasi awal, fosil tersebut merupakan bagian ruas tulang belakang dari fauna berukuran besar. Namun, pihaknya belum dapat memastikan spesies maupun umur fosil sebelum dilakukan analisis laboratorium.
“Identifikasi sementara menunjukkan ini merupakan bagian tulang belakang fauna besar. Untuk mengetahui jenis hewan dan usia fosilnya, kami masih harus melakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium,” jelas Bagas.
Menurutnya, fosil tersebut diduga berasal dari satwa purba berukuran besar, seperti gajah purba jenis Elephas atau fauna besar lain yang pernah hidup di kawasan Patiayam.
Fosil diperkirakan terbawa arus banjir pada masa lampau, kemudian mengendap di aliran Kali Piji hingga akhirnya muncul ke permukaan akibat proses erosi.
Penemuan ini semakin memperkuat bukti bahwa kawasan Patiayam masih menyimpan banyak tinggalan prasejarah yang belum seluruhnya terungkap.
Selama ini, Situs Patiayam dikenal sebagai salah satu kawasan penting penyimpan fosil fauna purba di Indonesia, sejajar dengan beberapa situs paleontologi lainnya di Pulau Jawa. (YM/YM)
Post Views: 55
