0 5 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Kudus dan Pemerintah Desa Klaling mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui aksi Resik dan Sehat (SIKAT), Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, tersebut menjadi rangkaian terakhir program SIKAT yang digelar di empat desa di Kabupaten Kudus sepanjang 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa berlangsung di Desa Wonosoco pada 19 Juli, Desa Gribig pada 26 Juli, dan Desa Mejobo pada 2 Agustus.

Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation David Setiadi mengatakan, program SIKAT merupakan bentuk kolaborasi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kesehatan keluarga.

Menurutnya, program tersebut merupakan kelanjutan dari pelaksanaan SIKAT pada 2025 yang telah menyasar lima desa lainnya di Kabupaten Kudus.

“SIKAT yang kita adakan di desa-desa di Kabupaten Kudus tahun ini merupakan lanjutan dari SIKAT yang pernah dilakukan tahun sebelumnya. Tahun ini berlangsung di empat desa, yakni Wonosoco, Gribig, Mejobo dan Klaling,” kata David.

Ia menjelaskan, kegiatan SIKAT dirancang agar melibatkan masyarakat secara langsung. Tidak hanya melalui kegiatan bersih-bersih, warga juga diajak mengikuti berbagai aktivitas yang mendorong pola hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain lomba 3R (Rapi, Resik, Ringkas) antar-RT, gerak jalan sehat sambil memungut sampah, senam sehat, berbagai perlombaan anak-anak, hingga pemeriksaan Posyandu.

“Kegiatan-kegiatan tersebut kita buat relevan, kompetitif dan menarik agar seluruh warga bisa terlibat. Harapannya, kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.

Selain SIKAT, Bakti Sosial Djarum Foundation juga menggelar program “Belanja Pinter Gizine Bener” bagi karyawan di sejumlah unit, yakni SKT Blolo, SKT Besito, SKT Tanjungkarang 1, SKT Tanjungkarang 2 dan SKT Garung.

Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 tersebut menjadi bagian menuju Festival Keluarga Sehat (FKS) 2026 yang akan digelar pada 29-30 Agustus 2026 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Melalui Festival Keluarga Sehat, Bakti Sosial Djarum Foundation kembali menegaskan komitmennya mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pola hidup bersih dan sehat sejak dini sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi emas yang terbebas dari stunting.

David mengatakan, dalam FKS masyarakat nantinya dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan dan konsultasi secara langsung dengan dokter, dokter spesialis, maupun psikolog.

Selain itu, masyarakat dapat mengikuti Jalan Keluarga Sehat Parade Gizi Hebat dengan berbagai hadiah menarik. Kegiatan juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan wayang humor dari Teater Djarum serta pertunjukan musik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam yang hadir mewakili pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan SIKAT. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena kembali menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Prinsipnya kita menginginkan kegiatan ini mengangkat isu gotong royong di tengah masyarakat supaya ikut bersih-bersih di lingkungan. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik,” kata Abdul Hakam.

Ia menyebut persoalan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu perhatian di Kabupaten Kudus. Karena itu, kegiatan yang mengajak warga memungut dan memilah sampah dinilai dapat membangun kebiasaan baru di masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, warga memungut sampah di jalan, kemudian ada apresiasi. Ini diharapkan meningkatkan keinginan masyarakat untuk memilah-milah sampah,” jelasnya.

Abdul Hakam menambahkan, lingkungan yang bersih juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, kebersihan lingkungan dapat membantu menekan risiko berbagai penyakit sekaligus mendukung pencegahan stunting.

Dalam kegiatan SIKAT di Desa Klaling, masyarakat juga mengikuti jalan sehat sejauh sekitar dua kilometer. Selain itu, terdapat layanan Posyandu dan pemeriksaan deteksi dini bagi anak-anak, termasuk untuk mengetahui kondisi tumbuh kembang mereka.

“Di sini ada kegiatan jalan sehat sekitar dua kilometer, kemudian kegiatan Posyandu dan deteksi dini. Ada pemeriksaan anak-anak, baik yang mengalami stunting maupun tidak, sehingga bisa dilakukan deteksi sejak awal,” terangnya.

Salah seorang peserta pelajar, Zidane Rifqy Alwan, turut mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama adiknya. Ia mengaku mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik hingga daun dan ranting.

“Sampah yang dikumpulkan plastik, daun, ranting dan pohon. Dapat sekitar satu kiloan,” kata Zidane.

Ia mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi bersih-bersih bersama masyarakat dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. (AS/YM)


Post Views: 13

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *