Kudus, Liputan7.Net – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menunjukkan kepeduliannya kepada warga yang membutuhkan. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyerahkan bantuan alat bantu berupa kursi roda kepada seorang anak penyandang disabilitas bernama Asyila, warga Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Selasa (12/5/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di kediaman Asyila di RT 7 RW 6 Desa Bulung Kulon. Dalam kegiatan tersebut, Bupati turut didampingi jajaran Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga unsur Babinsa setempat.
Sam’ani mengatakan, bantuan kursi roda tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya warga berkebutuhan khusus yang memerlukan pendampingan dan fasilitas penunjang aktivitas sehari-hari.
“Hari ini agenda dari Dinas Sosial P3AP2KB memberikan bantuan kepada warga berkebutuhan khusus. Semoga kursi roda ini bermanfaat untuk adik Asyila,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial P3AP2KB, Pemerintah Kecamatan Jekulo, Pemerintah Desa Bulung Kulon, serta pihak terkait yang telah bersinergi dalam pelayanan sosial kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan pendampingan kepada anak-anak penyandang disabilitas, termasuk dalam akses pendidikan agar mereka tetap dapat bersekolah dan memperoleh hak yang sama.
“Kita doakan adik Asyila tetap bisa sekolah. Nanti akan kami komunikasikan juga terkait pendidikannya, baik di SLB maupun sekolah lainnya,” katanya.
Bantuan kursi roda tersebut berasal dari anggaran APBD melalui Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus. Pemerintah berharap alat bantu itu dapat mempermudah mobilitas Asyila dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat berangkat ke sekolah.
Sementara itu, ibu Asyila, Zulika (43), mengaku bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Menurutnya, selama ini putrinya masih kesulitan beraktivitas karena belum memiliki kursi roda.
“Alhamdulillah, semoga bisa bermanfaat buat pergi sekolah juga. Selama ini kalau ke mana-mana masih digendong atau duduk di kursi biasa,” ungkapnya.
Zulika berharap putrinya yang kini berusia delapan tahun itu dapat tumbuh dan memperoleh kesempatan pendidikan seperti anak-anak lainnya. Ia juga berharap adanya pendampingan lanjutan dari pemerintah untuk mendukung perkembangan Asyila ke depan. (AS/YM)
Post Views: 38
