0 3 min 2 yrs

Kudus, Liputan7.Net – Belajar matematika sering kali menjadi momok bagi banyak siswa, namun tidak demikian dengan metode yang diterapkan oleh Neny, seorang pengajar bimbingan belajar (bimbel) yang sukses mengantarkan seorang anak hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi program magister (S2).

Eni Setyaningsih, S.Kom., S.Pd., atau yang akrab disapa Neny, mantan komisioner Bawaslu Kudus yang telah lama mengkonsentrasikan diri dan berkecimpung pada mata pelajaran matematika dan Bahasa inggris untuk siswa SD, SMP, serta SMA, membagikan trik agar anak-anak gemar belajar matematika melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.

Metode Game dan Pendekatan Karakter Anak

Salah satu trik yang digunakan Neny adalah metode game atau permainan yang disesuaikan dengan kesukaan masing-masing anak.

“Anak kan beda-beda karakter, jadi saya melakukan pendekatan dari hati ke hati. Kalau dia suka bernyanyi maka kita belajar dengan menyanyi, seperti itu,” kata Neny saat ditemui di rumah bimbel di Desa Besito gang 11, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Suasana saat peluncuran kembali Bimbingan Belajar Neny (Foto: YM)

Sukses Mengubah Nilai Siswa

Neny menceritakan pengalamannya mendapatkan siswa bimbel dengan nilai ulangan di bawah 50. Dalam waktu singkat, ia berhasil meningkatkan nilai siswa tersebut.

“Naik nilai ulangannya jadi 90, rata-rata kalau sudah belajar di sini nilai matematikanya 90,” katanya.

Pendekatan Personal dan Brainstorming

Neny menekankan pentingnya mengenali karakter dan kesukaan anak agar mereka tertarik belajar matematika dengan cara yang menyenangkan.

“Pertama itu memang niat, tidak hanya dari siswa itu sendiri tapi juga dari orangtua. Insya Allah, progresnya bisa cepat,” tuturnya.

Untuk siswa yang tidak memiliki basic matematika yang baik, Neny menggunakan teknik brainstorming.

“Saya mulai dengan teknik mudah dengan latihan soal yang tidak memusingkan, dan saya bimbing. Saya tidak mau kalau disuruh mengerjakan,” terangnya.

Kisah Sukses dan Layanan Online

Saat ini, Neny sudah memiliki sekitar 15 siswa bimbel, beberapa di antaranya adalah siswa online dari luar kota. Kebanyakan siswa yang belajar dengannya memilih pembelajaran privat.

“Karena kita sempat vakum, dan ini saya hidupkan lagi di tahun ini. Untuk yang siswa luar kota, biasanya kita layani dengan konsultasi online,” ujarnya.

Dengan metode pembelajaran yang asyik dan pendekatan personal, Neny telah membuktikan bahwa belajar matematika bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sukses meningkatkan prestasi siswa. (YM/YM)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *