0 3 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus tengah menyiapkan sayembara desain batik untuk mencari desainer kreatif yang mampu menciptakan motif batik khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang menginginkan adanya batik resmi khas Kudus untuk digunakan para ASN.

Menurutnya, hingga saat ini Pemkab Kudus belum memiliki motif batik khusus yang menjadi identitas seragam pegawai daerah. Karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan desain batik yang mampu merepresentasikan karakter dan budaya Kudus.

“Nanti akan ada lomba desain batik khusus ASN. Pemenangnya akan dipilih untuk dijadikan seragam resmi ASN Kabupaten Kudus,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini Dekranasda masih menyusun berbagai persiapan teknis pelaksanaan sayembara, termasuk aturan lomba, proses pendaftaran, hingga sistem penjurian karya peserta.

Sayembara tersebut nantinya dibuka secara umum dan dapat diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dekranasda ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para desainer untuk menuangkan ide kreatif mereka dalam bentuk motif batik bernuansa Kudus.

Endhah menuturkan, informasi lomba akan dipublikasikan melalui media sosial resmi agar dapat menjangkau lebih banyak peserta. Adapun pendaftaran direncanakan mulai dibuka pada 1 Juni 2026 secara daring.

Ia menambahkan, kompetisi itu lebih difokuskan untuk mencari sosok desainer yang memiliki kemampuan merancang motif batik, bukan sekadar pengrajin batik.

“Pengrajin dan desainer itu berbeda. Kami ingin menemukan desainer yang benar-benar mampu menciptakan motif khas Kudus dengan konsep yang kuat,” katanya.

Dalam perlombaan tersebut, peserta diwajibkan memasukkan unsur budaya dan ikon daerah Kudus ke dalam desain yang dibuat. Inspirasi motif dapat diambil dari berbagai ciri khas lokal seperti Menara Kudus, buah parijoto, tradisi masyarakat, desa wisata, kuliner khas, hingga flora dan fauna daerah.

Dekranasda Kudus juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang dengan nilai sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Selain itu, karya terbaik akan dipatenkan dan berpeluang memberikan royalti kepada penciptanya apabila digunakan sebagai batik resmi ASN Kabupaten Kudus. (AS/YM)


Post Views: 33

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *