Kudus, Liputan7.Net – Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kudus diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Program tersebut dinilai bukan sekadar wadah usaha, melainkan sarana untuk memperkuat posisi masyarakat kecil agar lebih mandiri dan sejahtera.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kudus, Valerie Yudistira Pramudya, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kudus yang terus mendorong pembentukan KDKMP di seluruh desa dan kelurahan. Menurutnya, keberadaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun fondasi ekonomi rakyat dari bawah.
Ia menegaskan, koperasi desa tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi pelaku usaha kecil maupun warung rakyat. Sebaliknya, koperasi justru hadir untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih sehat dengan memperkuat kerja sama antar masyarakat desa.
“Kalau dikelola dengan baik, koperasi desa bisa menjadi rumah bersama ekonomi kerakyatan. Tujuannya agar masyarakat kecil memiliki posisi yang lebih kuat dalam kegiatan ekonomi,” ujar Valerie.
Menurutnya, selama ini hasil pertanian maupun kebutuhan pokok masyarakat masih harus melewati rantai distribusi yang panjang. Kondisi tersebut membuat petani sering menjual hasil panen dengan harga rendah, sementara masyarakat membeli barang dengan harga lebih tinggi.
Melalui KDKMP, rantai distribusi diharapkan dapat dipersingkat sehingga manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan masyarakat desa. Selain membantu petani memperoleh harga yang lebih layak, koperasi juga diharapkan membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal.
Valerie menilai desa ke depan tidak cukup hanya menjadi objek pembangunan. Desa harus mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.
Ia berharap pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan transparan agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang sehat, koperasi desa diyakini mampu menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat, bukan hanya program administratif semata.
“Jika desa kuat, maka ekonomi rakyat juga akan semakin kuat. Dampaknya kesejahteraan masyarakat bisa tumbuh lebih merata,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa program KDKMP menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus memperlancar distribusi kebutuhan pokok.
Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan pembangunan sebanyak 132 unit KDKMP di seluruh wilayah. Saat ini, sebagian besar koperasi tersebut telah memasuki tahap akhir pengerjaan.
“Peresmian KDKMP nantinya dilakukan serentak secara nasional oleh Presiden RI. Untuk di Kudus, progres pembangunan sudah sekitar 90 persen dan sebanyak 57 koperasi sudah selesai dibangun,” terang Sam’ani.
Ia menambahkan, keberadaan koperasi desa diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan pelaku UMKM maupun BUMDes di masing-masing desa melalui pola kolaborasi yang saling menguatkan.
“KDKMP bukan untuk mematikan usaha masyarakat. Justru koperasi ini menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi desa secara bersama-sama,” tandasnya. (AS/YM)
Post Views: 1
