Kudus, Liputan7.Net – Dentuman drumband berpadu tabuhan rebana mengiringi langkah ratusan warga Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus saat mengikuti kirab gunungan sedekah bumi, Sabtu (16/5/2026) sore. Arak-arakan budaya itu berlangsung meriah dengan iringan warga yang memadati sepanjang jalan kampung.
Kirab dimulai dari halaman Balai Desa Gamong. Sembilan gunungan hasil bumi kemudian diarak berkeliling mengitari kampung sebelum akhirnya finis di lapangan desa setempat.
Sepanjang perjalanan, warga tampak antusias mengikuti rombongan kirab. Anak-anak hingga orang tua berjejer di tepi jalan untuk menyaksikan gunungan berisi sayur, buah, hingga aneka makanan ringan yang dibawa warga.
Setibanya di lapangan desa, seluruh gunungan dijajarkan di tengah lapangan. Suasana semakin khidmat ketika warga bersama-sama mengikuti doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.
Acara kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Desa Gamong, Nuryanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kirab gunungan dan sedekah bumi menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah sekaligus doa bersama agar desa dijauhkan dari berbagai musibah.
“Makna kirab ini bentuk syukur masyarakat dan ikhtiar spiritual. Beberapa tahun kemarin petani Desa Gamong terkena musibah hama tikus, jadi kami mengadakan doa bersama dan sedekah bumi untuk tolak bala,” ujarnya.
Usai doa dan sambutan selesai, suasana mendadak berubah riuh. Ratusan warga langsung menyerbu gunungan yang sebelumnya dijajarkan di lapangan. Sayur, buah, hingga snack yang menghiasi gunungan menjadi rebutan warga yang percaya hasil gunungan membawa berkah.
Sorak tawa warga pecah ketika isi gunungan diperebutkan bersama-sama. Anak-anak tampak paling antusias memburu gunungan snack, sementara orang dewasa berebut hasil bumi yang dibagikan gratis.
Nuryanto mengatakan, sembilan gunungan tersebut merupakan hasil partisipasi masing-masing RT, tempat ibadah, dan lembaga pendidikan di Desa Gamong.
“Gunungan ada sembilan. Diwakili dari masing-masing tempat ibadah, karena ada satu tempat ibadah yang terdiri dari dua sampai tiga RT. Kemudian dari lembaga pendidikan juga ada satu, jadi total sembilan gunungan,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh gunungan dibuat secara swadaya sebagai simbol kekompakan masyarakat dalam tradisi sedekah bumi.
Tradisi sedekah bumi sendiri telah berlangsung selama 12 tahun terakhir, sedangkan kirab gunungan kini memasuki tahun keempat pelaksanaan.
Rangkaian kegiatan sedekah bumi dimulai sejak Kamis (14/5/2026) dengan khataman Al-Qur’an dan ziarah makam leluhur desa. Kemudian dilanjutkan pemotongan kerbau pada Jumat (15/5/2026).
“Hari ini dimulai doa bersama, pembagian nasi untuk seluruh masyarakat Desa Gamong, dilanjutkan sore ini kirab dan nanti malam ditutup pengajian umum,” terangnya.
Pihak desa berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah agar semakin berkembang di masa mendatang.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus kami laksanakan, bisa kami tingkatkan, dan juga mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 36
