0 4 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Manajemen Persiku Kudus membuka peluang masuknya investor baru dengan melepas sebagian saham PT Relasi Sport Muria Indonesia (RESMI), entitas usaha yang mengelola tim berjuluk Macan Muria tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat masa depan klub setelah performa Persiku dinilai belum memenuhi target pada kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.

Direktur Utama PT RESMI Abdul Fuad Amirul Adha mengatakan, keputusan melepas saham dilakukan setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian tim musim ini. Meski berhasil bertahan dari degradasi, Persiku dinilai belum mampu bersaing di papan atas seperti target awal.

“Kabar yang mungkin akan bikin kaget publik, beberapa saham akan kami lepas pada perusahaan yang mau masuk dan membeli saham Persiku nanti,” ujar Fuad, Minggu (17/5/2026).

Fuad menjelaskan, sejak awal manajemen menargetkan Persiku mampu menembus posisi tiga hingga lima besar klasemen. Namun hasil akhir kompetisi belum sesuai harapan sehingga pihaknya merasa perlu menggandeng investor yang lebih berpengalaman dalam pengelolaan klub profesional.

“Ternyata meleset, sehingga kami merasa masih kurang mampu untuk mengelola tim secara menyeluruh, maka kami ingin menjual sebagian besar saham kepada yang berpengalaman,” katanya.

Menurutnya, besaran saham yang akan dilepas masih menunggu keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Saat ini proses komunikasi dengan sejumlah investor masih berjalan.

Fuad mengungkapkan, calon investor yang berminat berasal dari skala nasional. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi karena proses administrasi dan kesepakatan belum rampung.

“Kami belum bisa menyampaikan karena belum ada tanda tangan resmi. Kemungkinan dua bulan ke depan sudah selesai semua,” jelasnya.

Selain itu, manajemen juga masih mempersiapkan sejumlah perangkat pendukung terkait pelepasan saham tersebut. Fuad membenarkan bahwa sejumlah tokoh turut memiliki saham di Persiku Kudus, salah satunya penceramah asal Yogyakarta, Gus Miftah.

“Cuma tidak mayoritas, cuma memang ada saham,” imbuhnya.

Masuknya investor baru nantinya juga akan berpengaruh terhadap keputusan kandang Persiku musim depan. Hal itu menyusul rencana pembongkaran Stadion Wergu Wetan Kudus untuk pembangunan ulang.

Manajemen kini menyiapkan beberapa opsi stadion alternatif, baik di Jawa Tengah maupun Jawa Barat. Untuk wilayah Jawa Tengah, salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Stadion Moch Soebroto Magelang.

“Kalau di Jawa Tengah ada opsi di Magelang di Stadion Moch Soebroto yang dulu digunakan Persijap waktu Liga 2,” ujarnya.

Sementara untuk wilayah Jawa Barat, salah satu stadion yang masuk pertimbangan yakni Stadion Pakansari Cibinong. Namun keputusan akhir masih akan dibahas bersama pemegang saham baru apabila proses investasi telah selesai.

“Pemegang saham maunya bagaimana nanti akan kami rembukkan,” kata Fuad.

Fuad menegaskan, manajemen terbuka apabila nantinya terjadi perubahan dalam struktur pengelola klub. Menurutnya, yang terpenting adalah keberlangsungan Persiku Kudus tetap terjaga dan kondisi finansial tim tetap sehat menghadapi musim depan.

“Intinya kami cari yang terbaik untuk tim sehingga tim tetap ada yang pegang dan tidak langsung hilang terus jatuh. Kami usaha carikan dana biar tim tetap sehat,” tandasnya. (YM/YM)


Post Views: 42

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *