0 4 min 8 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Perayaan Kue Bulan dan Doa Syukur Tahun 2026 di Kabupaten Kudus menjadi ruang untuk mempererat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Kegiatan yang berlangsung di tanah pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Jumat (25/9/2026), tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, H. Shony Wardana, mengapresiasi pelaksanaan Perayaan Kue Bulan dan Doa Syukur yang dinilai terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Shony, meningkatnya partisipasi masyarakat dapat menjadi salah satu gambaran bahwa kesadaran mengenai pentingnya moderasi beragama mulai semakin berkembang. Karena itu, ia berharap semangat tersebut terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan itu, Shony juga meminta dukungan seluruh pihak untuk mempercepat pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama Kabupaten Kudus. Ia berharap lokasi tersebut nantinya dapat menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

“Mohon bantuan dan dukungannya dari semua pihak dalam pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama Kabupaten Kudus agar bisa secepatnya terealisasi sebagai ruang perjumpaan semua agama,” kata Shony.

Ia turut berharap proses pengurusan tanah bengkok kepala desa supaya dapat menjadi bondo desa berjalan tanpa kendala. Menurutnya, kelancaran proses tersebut diperlukan agar pembangunan ikon moderasi beragama dapat segera dilanjutkan.

Shony juga menyoroti pentingnya memberikan pemahaman moderasi beragama kepada generasi muda, terutama generasi Z. Bekal tersebut dinilai penting agar anak muda memiliki pemahaman yang kuat mengenai toleransi dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang berusaha menimbulkan perpecahan.

“Yang paling penting adalah bagi anak muda (generasi Z) untuk dibekali ilmu moderasi beragama agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak lain yang ingin memecah belah bangsa Indonesia, yakni memudarkan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Nilai toleransi tersebut disebut selaras dengan ajaran Sunan Kudus yang mengedepankan sikap tepo seliro.

“Kita semua harus selalu menjaga toleransi (tepo seliro) seperti ajaran Sunan Kudus,” tegasnya.

Sementara itu, dukungan terhadap pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Kudus. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus diwakili Kepala Kesbangpollinmas Kabupaten Kudus.

Pemkab Kudus meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan pembangunan tersebut ikut membantu penyelesaian berbagai kebutuhan. Dukungan itu mencakup pengurusan akses jalan, tanah, serta sejumlah kebutuhan pendukung lainnya.

“Pemerintah Kabupaten Kudus sangat mendukung pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama Kabupaten Kudus. Kami mohon semua dinas terkait yang hadir pada hari ini bisa membantu dalam proses pengurusan jalan, tanah, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Perayaan Kue Bulan dan Doa Syukur tahun ini diharapkan dapat memberikan makna lebih luas daripada sekadar kegiatan tahunan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan memperkuat hubungan antarwarga dengan latar belakang yang beragam.

Keberadaan Ikon Kampung Moderasi Beragama di Tanjungkarang nantinya diharapkan mampu menjadi ruang interaksi masyarakat lintas agama. Dengan demikian, pembangunan tersebut dapat turut mendukung penguatan budaya toleransi serta kehidupan yang harmonis di Kabupaten Kudus. (AS/YM)


Post Views: 23

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *