0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Kreativitas murid SMK NU Banat Kudus kembali menembus panggung fesyen nasional. Melalui jenama Zelmira, enam murid sekolah tersebut sukses menghadirkan koleksi busana bernuansa budaya bertajuk “Akar Langit” dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta, Sabtu (1/8).

Koleksi tersebut mengangkat keindahan wastra khas Pulau Nias yang dipadukan dengan teknik anyaman kain dan sentuhan desain modern. Perpaduan itu menghasilkan sembilan busana siap pakai (ready-to-wear) yang tidak hanya menonjolkan nilai budaya, tetapi juga mengikuti tren fesyen masa kini sehingga dapat dikenakan oleh berbagai kalangan.

Penampilan koleksi “Akar Langit” mendapat sambutan hangat dari para penonton. Seluruh karya yang diperagakan di atas panggung menuai tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas para murid dalam mengolah kekayaan budaya Indonesia menjadi busana yang elegan dan memiliki nilai komersial.

Enam murid yang terlibat dalam penyusunan koleksi tersebut yakni Kesya, Lidia, Firsta, Mahrunisa, Nadia, dan Kamila Syifa. Selama kurang lebih dua bulan, mereka menjalani proses kreatif yang dimulai dari riset tema, penyusunan mood board, eksplorasi material, pengembangan desain, hingga proses produksi secara intensif.

Dalam setiap rancangan, para murid berusaha memadukan karakter kain tradisional dengan siluet modern tanpa menghilangkan identitas budaya yang diangkat. Detail sulaman, teknik anyaman, serta pemilihan warna menjadi perhatian utama sehingga menghasilkan koleksi yang nyaman dikenakan sekaligus memiliki daya tarik visual.

Partisipasi di Indonesia Fashion Week juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diterapkan di SMK NU Banat Kudus. Melalui proyek tersebut, para murid tidak hanya mengasah kemampuan membuat busana, tetapi juga belajar bekerja sama dalam tim, mengembangkan kreativitas, serta melatih kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan selama proses produksi.

Founder jenama Jenna & Kaia, Lira Krisnalisa, mengaku terkesan dengan kualitas karya yang ditampilkan para murid SMK NU Banat Kudus. Menurutnya, hasil yang ditampilkan menunjukkan kemampuan teknis yang sudah sangat baik untuk ukuran pelajar.

“Saya tidak menyangka murid SMK bisa membuat karya dengan perpaduan warna, motif, serta teknik jahit yang unik seperti ini. Secara hard skill, keterampilan murid sudah sangat mumpuni, tinggal memperkuat kapasitas soft skill untuk bersaing di industri. Saya mengapresiasi para pengajar di SMK NU Banat yang telah membekali murid dengan kemampuan yang sangat baik,” ujarnya.

Program Manager Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, mengatakan keberhasilan murid tampil di Indonesia Fashion Week menjadi bukti bahwa proses pembelajaran vokasi mampu menghasilkan karya yang memenuhi standar industri. Terlebih, seluruh peserta yang tampil telah melalui proses kurasi yang ketat.

Menurut Galuh, capaian tersebut tidak terlepas dari penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang menghubungkan materi di ruang kelas dengan praktik langsung di dunia industri. Pendekatan tersebut membuat murid tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki etos kerja yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

“Ini bisa terwujud karena kami menerapkan metode pembelajaran mendalam atau deep learning. Kami menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik nyata dunia kerja, memastikan murid menguasai teknik sesuai kebutuhan industri, serta membangun etos kerja yang menjadi bekal murid dalam mendapatkan pekerjaan layak,” kata Galuh.

Keikutsertaan jenama Zelmira di Indonesia Fashion Week 2026 menjadi pengalaman berharga bagi para murid untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada publik yang lebih luas. Penampilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lulusan pendidikan vokasi mampu menghadirkan karya fesyen yang inovatif, berkarakter, dan tetap berpijak pada kekayaan budaya Indonesia sebagai identitas yang memiliki daya saing di industri kreatif. (AS/YM)


Post Views: 13

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *