Kudus, Liputan7.Net – Momen pembagian rapor menjadi pengalaman yang berbeda bagi Muhammad Azhari Nafis, siswa yatim piatu asal Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Di tengah keterbatasan yang dihadapinya, Nafis tak sendiri. Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus hadir mendampingi dan mengantarkannya mengambil rapor di SMP Negeri 2 Gebog, Sabtu (20/6/2026).
Pendampingan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat melalui layanan Lapor Pak Kapolres Kudus yang berharap Nafis mendapatkan perhatian saat mengambil rapor sekolah. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar) yang diimbau pemerintah.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus, Ipda Moh. Jafar, mengatakan pihaknya menjemput Nafis dari rumah menggunakan mobil patroli sebelum mengantarkannya ke sekolah.
“Alhamdulillah hari ini kami mendampingi adik kita Muhammad Azhari Nafis. Tadi kami menjemput di rumah kemudian mengantarnya ke SMP Negeri 2 Gebog untuk mengambil rapor,” ujarnya.
Menurut Ipda Jafar, kehadiran polisi bukan sekadar membantu proses pengambilan rapor, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada Nafis yang kini tinggal bersama kakaknya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
Dalam pembagian rapor tersebut, Nafis dinyatakan naik dari kelas VIII ke kelas IX. Hasil belajarnya selama satu semester terakhir juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Usai menerima rapor, personel Satlantas Polres Kudus mengajak Nafis makan siang bersama. Polisi juga memberikan hadiah berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis sebagai bentuk motivasi agar Nafis tetap bersemangat melanjutkan pendidikannya.
“Saya tersentuh dengan kondisi Nafis yang harus melanjutkan pendidikan tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut memperhatikan anak-anak yatim piatu agar tetap mendapatkan dukungan dalam menjalani pendidikan dan kehidupan sehari-hari,” kata Ipda Jafar.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak selama masa libur sekolah. Menurutnya, pengawasan sangat penting untuk mencegah anak terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti balap liar, geng remaja, maupun tindakan lain yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal.
Sementara itu, Nafis mengaku bahagia mendapat perhatian dari anggota kepolisian. Baginya, pengalaman diantar polisi saat mengambil rapor merupakan momen yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“Perasaannya senang, baru pertama kali ini diantar Pak Polisi,” ucap Nafis.
Meski telah kehilangan kedua orang tuanya, Nafis mengaku tidak ingin menyerah. Ia bertekad terus belajar dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Polri dan mengabdikan diri untuk membantu masyarakat.
Melalui aksi sederhana tersebut, Polres Kudus berharap kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang mampu menghadirkan kepedulian dan semangat bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian. (AS/YM)
Post Views: 67
