Kudus, Liputan7.Net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus mulai mengakselerasi konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah pasca Musyawarah Daerah (Musda) yang menetapkan kepengurusan baru secara aklamasi.
Langkah awal diwujudkan melalui pendidikan politik, persiapan pra musyawarah cabang (pramuscab), serta kegiatan sosial berupa buka bersama dan santunan anak yatim.
Ketua DPD PAN Kudus, Endang Kursistiyani, mengatakan bahwa struktur kepengurusan inti (KSB) hasil Musda telah resmi diterima. Ia menyebut dirinya menjabat sebagai ketua, didampingi Rohim Sutopo sebagai sekretaris dan Budiono sebagai bendahara. Sementara itu, posisi Ketua Majelis Pertimbangan Partai Daerah (MPPD) dipegang oleh Dr. Hilal Aryadi.
“Setelah Musda kemarin, SK sudah kami terima. Struktur KSB juga sudah terbentuk, sehingga kami langsung menindaklanjuti dengan agenda konsolidasi organisasi,” ujarnya disela-sela agenda persiapan pra Muscab di Rumah PAn, Rendeng, Kudus, Selasa (17/3/2026).
Sebagai tindak lanjut, PAN Kudus akan menggelar musyawarah cabang (Muscab) yang diawali dengan tahapan pramuscab. Dalam tahapan tersebut, akan diajukan formatur untuk menyusun kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
“Di Kudus ada sembilan kecamatan, berarti ada sembilan DPC yang akan dibentuk. Masing-masing minimal mengajukan satu paket KSB, namun bisa lebih dari satu sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Proses pramuscab ini akan dipimpin oleh bidang organisasi DPD PAN Kudus. Endang menyebut, pihaknya sempat menargetkan pelaksanaan Muscab sebelum Lebaran, namun harus menyesuaikan dengan petunjuk teknis dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Tengah.
“Karena pelaksanaannya harus diikuti secara virtual bersama DPW se-Jawa Tengah, maka kemungkinan akan dilaksanakan setelah Lebaran. Waktunya nanti akan diinformasikan lebih lanjut,” katanya.
Ia menambahkan, hasil dari pramuscab nantinya akan diajukan ke DPW untuk mendapatkan persetujuan, sebelum ditetapkan secara resmi melalui surat keputusan.
Selain pembentukan DPC, PAN Kudus juga akan melanjutkan proses hingga tingkat ranting desa melalui musyawarah ranting (Musran). Dalam proses ini, Dewan Pertimbangan Ranting (DPRT) juga akan dilibatkan sebagai pemilik hak suara dalam pemilihan kepengurusan cabang.
“Setelah DPC terbentuk, akan dilanjutkan ke ranting. Ini penting untuk memperkuat struktur hingga ke akar rumput,” tegasnya.
Endang menuturkan, pihaknya juga tengah mendorong regenerasi kader dengan memadukan figur senior dan generasi muda dalam struktur kepengurusan. Menurutnya, kombinasi tersebut penting untuk menjawab tantangan politik di era digital.
“Kita ingin ada keseimbangan, satu yang senior dan dua yang muda, atau sebaliknya. Yang muda diharapkan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan jaringan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. PAN Kudus menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Target kita tentu kursi bertambah. Kita akan memperkuat kolaborasi dan menyiapkan kader yang punya integritas, kompetensi, daya juang, serta jaringan luas,” ungkapnya.
Menurut Endang, dinamika politik yang terus berubah menjadi peluang bagi PAN untuk meningkatkan perolehan suara. Ia optimistis dengan konsolidasi yang matang, target politik ke depan dapat tercapai.
“Situasi politik terus bergerak. Ini peluang yang harus kita manfaatkan. Minimal kita menargetkan empat kursi, dan itu harus kita perjuangkan bersama,” tandasnya.
Rencananya, pelantikan kepengurusan DPD dan DPC PAN Kudus akan dilaksanakan secara bersamaan usai seluruh tahapan Muscab selesai digelar setelah Lebaran. (YM/YM)
Post Views: 22
