0 4 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus kembali menorehkan capaian akademik dengan menggelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar, Senin (22/6/2026). Pengukuhan Prof. Dr. H. Kisbiyanto, S.Ag., M.Pd. sebagai Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Islam pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menjadi momentum penting dalam memperkuat tradisi akademik, pengembangan keilmuan, sekaligus peningkatan kualitas kelembagaan kampus.

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya guru besar di lingkungan kampus yang dipimpinnya. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Prof. Kisbiyanto beserta keluarga, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika UIN Sunan Kudus.

“Saya senang hari ini Profesor Doktor Haji Kisbiyanto dikukuhkan menjadi guru besar di UIN Sunan Kudus. Kami berharap capaian guru besar ini menjadi barokah dan manfaat, terutama untuk beliau dan keluarga beliau,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan guru besar memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas akademik perguruan tinggi. Selain menjadi motor pengembangan keilmuan, guru besar juga berkontribusi terhadap peningkatan rekognisi kelembagaan sehingga mampu membawa UIN Sunan Kudus menjadi institusi pendidikan tinggi Islam yang semakin unggul dan berdaya saing.

“Semoga capaian guru besar ini juga menjadi barokah dan manfaat untuk UIN Sunan Kudus dalam pengembangan keilmuan, pengembangan kelembagaan, dalam rangka rekognisi kelembagaan dari tahap ke tahap yang lebih tinggi,” katanya.

Menurut Rektor, bertambahnya guru besar merupakan prestasi bersama yang semakin memperkuat langkah UIN Sunan Kudus dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sidang tersebut, Prof. Kisbiyanto menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Integrity Based Behavior Management (IBBM) untuk Pendidikan Islam Berdampak dan Berkelanjutan.”

Melalui orasinya, Prof. Kisbiyanto menekankan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama dalam tata kelola Manajemen Pendidikan Islam. Ia menjelaskan, keberhasilan pengelolaan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh visi, misi, anggaran, maupun teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan sistem tersebut.

Ia menilai berbagai persoalan tata kelola pendidikan Islam, mulai dari lemahnya pemahaman konsep manajemen, pengelolaan anggaran yang belum akuntabel, hingga munculnya berbagai penyimpangan, berakar pada persoalan integritas sumber daya manusia.

Karena itu, melalui konsep Integrity Based Behavior Management (IBBM), Prof. Kisbiyanto menawarkan pendekatan pengelolaan pendidikan Islam yang menjadikan integritas sebagai dasar dalam mewujudkan pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan. Konsep tersebut dibangun di atas komitmen terhadap nilai-nilai keislaman, profesionalisme, kebermanfaatan, dan keberlanjutan.

Ia menambahkan, penguatan integritas dapat diwujudkan melalui penerapan tata kelola yang baik, pemanfaatan teknologi informasi, kepatuhan terhadap regulasi, pengendalian mutu, serta penguatan nilai-nilai spiritual seperti ikhlas, disiplin, amanah, sabar, dan musyawarah dalam praktik manajerial.

Sementara itu, Bupati Kudus yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Dr. dr. Abdul Hakam, M.Si.Med., Sp.A., turut menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Prof. Kisbiyanto sebagai guru besar. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga besar UIN Sunan Kudus, tetapi juga masyarakat Kabupaten Kudus.

Ia berharap amanah sebagai guru besar dapat semakin mendorong Prof. Kisbiyanto untuk terus berkarya, melahirkan gagasan-gagasan ilmiah, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan dan pembangunan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Kudus juga mengapresiasi kontribusi UIN Sunan Kudus melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pemkab berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah terus diperkuat guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (AS/YM)


Post Views: 33

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *