0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Pemerintah Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, segera mengirimkan surat klarifikasi kepada penyelenggara 76 Ultimate Downhill Series 2 menyusul tertundanya agenda balap sepeda downhill di Sirkuit Bike Park Ternadi. Penundaan tersebut disebut terjadi setelah adanya kekeliruan dalam surat yang sebelumnya dikirimkan pihak desa.

Kepala Desa Ternadi, Arik Wahono, mengatakan surat klarifikasi akan ditujukan kepada Indonesian Downhill (IDH) sebagai penyelenggara serta pihak sponsorship. Surat tersebut sekaligus menjadi penjelasan mengenai maksud pemerintah desa terkait pelaksanaan event yang sebelumnya telah disampaikan melalui surat.

Menurut Arik, persoalan tersebut berawal dari miskomunikasi dalam proses persiapan kegiatan. Ia menyebut terdapat dua vendor yang terlibat dalam penyelenggaraan event, yakni pihak yang menangani penyelenggaraan lomba dan vendor yang menggarap sirkuit serta jalur lintasan peserta.

“Ada dua vendor yang menangani event ini, pertama dari vendor penyelenggara yakni IDH, kemudian vendor yang mengerjakan sirkuit dan jalur trek peserta,” ujar Arik, Jumat (14/8).

Ia menjelaskan, pemerintah desa sebelumnya menyampaikan usulan agar dilakukan pembenahan pada jalur menuju Wana Wisata Ternadi yang menjadi bagian dari lintasan. Permintaan tersebut muncul karena desa ingin infrastruktur yang digunakan selama event tetap bisa dimanfaatkan masyarakat setelah kegiatan selesai.

“Desa menghendaki adanya perbaikan jalur sehingga pascaevent, masyarakat masih bisa memanfaatkan untuk aktivitas ekonomi dan wisata,” ungkapnya.

Arik menegaskan bahwa usulan perbaikan jalur tersebut bukan bentuk penolakan terhadap penyelenggaraan downhill. Sebaliknya, pihak desa berharap event yang telah rutin digelar di Ternadi dapat terus berlangsung sekaligus memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Mengenai isu permintaan dana sebesar Rp100 juta yang beredar di media sosial, Arik membantah kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak desa hanya menginginkan adanya kontribusi dari kegiatan yang berlangsung di wilayah desa untuk kebutuhan pemeliharaan jalur.

Menurut dia, selama ini pengelolaan event lebih banyak melibatkan pihak ketiga sehingga kontribusi kegiatan belum masuk ke kas desa. Padahal, gelaran downhill di Ternadi telah berlangsung selama kurang lebih 10 tahun sejak 2016.

“Selama ini hanya dipasrahkan pihak ketiga sehingga tidak masuk ke kas desa. Padahal event ini sudah berjalan 10 tahun sejak 2016. Kami ingin setiap kegiatan di Ternadi bisa melakukan pemberitahuan ke pemdes,” jelasnya.

Setelah muncul persoalan tersebut, Pemdes Ternadi menggelar musyawarah desa untuk membahas keberlanjutan event. Hasil musyawarah kemudian menjadi dasar bagi pemerintah desa untuk mengajukan permohonan agar agenda downhill tetap dapat dilaksanakan di Ternadi.

Arik mengakui adanya kesalahan dalam penulisan bagian “perihal” pada surat sebelumnya. Dalam surat tersebut tercantum kalimat penolakan permohonan perizinan penyelenggaraan event downhill, padahal yang dimaksud pihak desa adalah penundaan.

“Format surat yang kami dapat seperti itu, kemudian kami kirimkan surat tersebut ke pihak penyelenggara dan sponsorship, padahal seharusnya yang benar adalah penundaan,” terangnya.

Karena kesalahan tersebut, pemerintah desa memutuskan membuat surat susulan. Surat itu akan memuat klarifikasi mengenai kekeliruan penulisan sekaligus menjelaskan hasil musyawarah desa terkait penyelenggaraan event downhill.

Sebelumnya, Indonesian Downhill (IDH) telah mengumumkan penundaan 76 Ultimate Downhill Series 2 melalui akun Instagram resminya. Agenda yang sedianya berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di Sirkuit Bike Park Ternadi ditunda hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Di sisi lain, agenda Downhill Series 3 yang dijadwalkan berlangsung di Arjuno Park pada 16-18 Oktober 2026 kini ditetapkan menjadi Series 2. Penyelenggara juga telah menyampaikan pemberitahuan mengenai penundaan event Ternadi kepada induk organisasi sirkuit bike dunia.

Arik berharap surat klarifikasi yang segera dikirimkan dapat diterima pihak penyelenggara maupun sponsor. Ia menyadari keputusan terkait kelanjutan event berada di tangan penyelenggara, tetapi Pemdes Ternadi masih berharap gelaran downhill tetap berlangsung di Kudus. (AS/YM)


Post Views: 34

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *