0 3 min 6 mths

Kudus, Liputan7.Net – Program pertukaran pelajar yang digagas Pemerintah Kabupaten Kudus mulai dilirik daerah lain. Ketertarikan tersebut datang dari Kota Salatiga yang berencana ikut bergabung dalam pelaksanaan program ke depan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa program pertukaran pelajar akan kembali digelar pada tahun ajaran baru 2026/2027 mendatang. Sejumlah pembaruan tengah disiapkan, termasuk penambahan durasi kegiatan serta penyempurnaan konsep pelaksanaan.

Setelah Lebaran kita lakukan lagi, sudah dipetakan sekolahnya,” ujar Sam’ani.

Ia menjelaskan, program pertukaran pelajar dirancang untuk memperluas wawasan peserta didik melalui pengalaman belajar di lingkungan sekolah yang berbeda. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, program ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan penguatan keterampilan sosial siswa.

Melalui pertukaran pelajar, anak-anak dapat belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, budaya sekolah yang berbeda, serta pola pembelajaran yang beragam. Misalnya ada sekolah yang punya program ngaji, ada juga yang unggul dalam olahraga,” jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, pelaksanaan sebelumnya mendapat respons positif dari siswa maupun orang tua. Bahkan, banyak peserta yang mengusulkan agar durasi kegiatan diperpanjang dari sebelumnya yang hanya tujuh hari.

Dampaknya luar biasa, bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah baru atau yang ditempati. Rata-rata orang tua juga mendukung kalau bisa jangan seminggu, lebih lama lagi,” ungkapnya.

Selain itu, Sam’ani menyebut bahwa kerja sama lintas daerah masih dalam tahap kajian. Hal ini mengingat pelaksanaan program antar daerah membutuhkan kesiapan anggaran serta perencanaan teknis yang lebih matang.

Meski demikian, ia mengapresiasi tingginya antusiasme dari sekolah dan para siswa dalam mengikuti program tersebut. Menurutnya, pertukaran pelajar menjadi salah satu langkah strategis dalam pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi siswa dari wilayah desa yang dapat merasakan atmosfer belajar di sekolah perkotaan.

Hasil evaluasi, rata-rata mendukung semua. Terutama dari sekolah desa yang ke sekolah kota, ini dalam rangka pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus,” tuturnya.

Ia menegaskan, pelaksanaan program akan terus dievaluasi secara berkala guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik.

Sebagai informasi, program pertukaran pelajar di Kudus pertama kali diluncurkan pada 19 Januari 2026 dengan melibatkan 272 pelajar jenjang SD dan SMP. Para siswa mengikuti kegiatan belajar di sekolah penempatan selama satu pekan untuk mengenal lingkungan, budaya belajar, hingga keunggulan masing-masing sekolah.

Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga menjadi model penguatan pendidikan berbasis kolaborasi antar daerah. (YM/YM)


Post Views: 28



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *