0 3 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, omzet penjualan minuman rempah dan kue kering produksi rumahan Imafadina di Desa Prambatan Lor RT 7 RW 3, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, melonjak hingga 100 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan ini didorong tingginya repeat order dari pelanggan lama yang sudah merasakan kualitas produknya.

Pemilik Imafadina, Chamdawati (57), saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/3/2026), mengungkapkan bahwa Ramadan selalu membawa berkah tersendiri bagi usahanya. Banyak konsumen yang kembali memesan untuk kebutuhan berbuka puasa, suguhan tamu, hingga hampers Lebaran.

“Alhamdulillah naik sampai 100 persen dibanding hari biasa. Tahun lalu mereka sudah coba, sekarang pesan lagi. Jadi sudah seperti langganan,” ujarnya.

Produk utama Imafadina adalah minuman rempah instan siap seduh dengan berbagai varian, seperti jahe, kencur, temulawak, empon-empon, dan kunyit asam. Cara penyajiannya praktis, cukup diseduh air panas untuk satu gelas, namun bisa juga dinikmati dalam keadaan dingin.

Selain minuman rempah, Chamdawati juga memproduksi aneka kue kering seperti kue kacang, pastel, nastar, kastengel, keciput, hingga kue dahlia dengan isian selai atau cokelat chip. Namun karena proses produksi masih ditangani sendiri, ketersediaan varian menyesuaikan antrean pesanan.

Seluruh produk dibuat secara mandiri, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga pengemasan. Ia mengaku sengaja mempertahankan cara tersebut karena pelanggan merasa lebih percaya dengan produk rumahan yang dibuat langsung oleh pemiliknya.

“Produksi saya tangani sendiri. Pembeli lebih yakin kalau tahu yang buat memang saya sendiri,” katanya.

Dari sisi harga, Imafadina menawarkan produk yang terjangkau. Untuk minuman rempah kemasan saset, satu paket berisi 10 saset dijual maksimal Rp16 ribu. Kemasan 120 gram dibanderol Rp17 ribu, sementara kemasan 250 gram dijual Rp35 ribu. Adapun kue kering dalam toples 500 gram dijual Rp25 ribu dan menjadi ukuran yang paling diminati.

Menurut Chamdawati, minuman rempah banyak dipesan untuk hampers, baik untuk menjenguk orang sakit, oleh-oleh umrah, maupun bingkisan Ramadan. Kemasan saset dinilai praktis dan mudah dibawa.

Ia menjelaskan, bahan-bahan rimpang seperti jahe, kunyit, dan empon-empon sejak dulu dikenal memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Ia biasanya mencantumkan klaim khasiat secara langsung kepada konsumen saat promosi atau bazar.

Imafadina berdiri pada September 2020, tepat di hari ulang tahunnya. Usaha ini berawal dari kebiasaannya merebus ramuan rempah saat pandemi Covid-19 untuk dibagikan kepada tetangga yang kurang sehat. Dari respons positif itulah muncul ide untuk membuat versi instan agar lebih praktis dan tahan lama.

Kini, meski belum memiliki tim khusus pemasaran online dan masih mengerjakan hampir seluruh proses sendiri, pesanan tetap berdatangan, terutama saat Ramadan.

“Yang penting jaga kualitas dan kepercayaan. Alhamdulillah sampai sekarang masih dipercaya pelanggan,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 4



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *