0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Kehadiran TPA Rumah Ceria di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, menjadi salah satu alternatif layanan pengasuhan anak yang mengedepankan keamanan sekaligus stimulasi tumbuh kembang. Peresmian TPA yang berada di Jalan Jepara No. 105 tersebut dirangkaikan dengan Festival Anak Taman Qur’an Murnaf pada Selasa (25/8/2025).

Pembukaan TPA Rumah Ceria dihadiri sejumlah pejabat setempat, tokoh masyarakat, orang tua, serta warga sekitar. Suasana acara berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak.

Tidak hanya menjadi tempat pengasuhan ketika orang tua memiliki kesibukan, Rumah Ceria dirancang sebagai lingkungan yang dapat mendukung anak dalam bermain, belajar, berinteraksi, dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai tahapan usianya.

dr. Naela Munawaroh, SpKFR Ped-K, mengatakan kebutuhan anak selama berada di tempat penitipan tidak sebatas mendapatkan pengawasan. Menurutnya, anak juga membutuhkan lingkungan yang dapat memberikan rangsangan sesuai dengan fase perkembangan mereka.

“TPA bukan sekadar tempat menitipkan anak ketika orang tua bekerja. Anak membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangannya, sehingga waktu yang dihabiskan di TPA dapat menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang optimal,” ujarnya.

Konsep tersebut kemudian diterapkan dalam program pengasuhan di Rumah Ceria. Berbagai aktivitas disiapkan untuk memberikan stimulasi pada sejumlah aspek perkembangan anak, mulai dari kemampuan sensorik dan motorik hingga bahasa, kognitif, emosi, perilaku, serta kemampuan bersosialisasi.

Sebelumnya, Taman Qur’an Murnaf juga telah hadir dan berjalan selama sekitar satu tahun. Kehadiran TPA Rumah Ceria melengkapi layanan tersebut dengan memberikan ruang pengasuhan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan anak dalam keseharian.

Perhatian terhadap masa awal kehidupan anak menjadi salah satu landasan dalam pelaksanaan kegiatan di Rumah Ceria. Pada periode tersebut, perkembangan anak berlangsung dengan cepat sehingga membutuhkan pengalaman, interaksi, serta stimulasi yang diberikan secara tepat dan berkesinambungan.

Karena itu, kegiatan pengasuhan tidak hanya diarahkan pada rutinitas harian. Anak diberikan kesempatan untuk belajar melalui permainan, melakukan eksplorasi, berkomunikasi, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengembangkan kemampuan sesuai dengan usianya.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perkembangan anak secara menyeluruh. Tidak hanya kemampuan fisik dan motorik, tetapi juga kemampuan berbahasa, berpikir, mengelola emosi, berperilaku, dan membangun hubungan sosial.

Di sisi lain, Rumah Ceria menilai peran orang tua tetap menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Lembaga pengasuhan tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya komunikasi dan kerja sama dengan keluarga.

Kolaborasi antara orang tua, pengasuh, dan tenaga profesional diharapkan dapat membantu memantau perkembangan anak secara berkala. Dengan begitu, kebutuhan setiap anak dapat diperhatikan sesuai karakter dan tahapan perkembangannya.

Kehadiran Rumah Ceria diharapkan mampu memberikan pilihan layanan pengasuhan yang berkualitas bagi masyarakat Kudus dan wilayah sekitarnya. Selain memberikan rasa aman, lingkungan tersebut diharapkan dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aktif, percaya diri, mampu bersosialisasi, dan berkembang sesuai potensinya.

Pembukaan TPA Rumah Ceria yang dipadukan dengan Festival Anak Taman Qur’an Murnaf menjadi awal dari komitmen tersebut. Dengan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah setempat, dan berbagai pihak, Rumah Ceria diharapkan menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak untuk tumbuh, bermain, belajar, dan berkembang dengan ceria. (AS/YM)


Post Views: 40

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *