Kudus, Liputan7.Net – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus menghadirkan inovasi menarik dengan membagikan hadiah kepada siswa guna meningkatkan minat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong para penerima manfaat agar lebih antusias dalam menyantap makanan sehat yang telah disediakan. Hadiah yang diberikan pun bervariasi, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp100 ribu bagi siswa yang berhasil menghabiskan menu MBG.
Asisten Lapangan Wonosoco, Rani Budiarti, menjelaskan bahwa program tersebut mulai diterapkan sejak awal operasional dapur MBG pada Selasa, 31 Maret 2026.
“Inovasi ini kami lakukan sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak, apalagi masih dalam suasana Lebaran,” ujarnya saat ditemui, Kamis (2/4/2026).
SPPG Wonosoco yang berada di bawah naungan Yayasan Barokah Sinergi Terpadu saat ini melayani ratusan siswa dari dua desa, yakni Wonosoco dan Berugenjang, Kecamatan Undaan. Total penerima manfaat mencapai 407 siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Rani mengungkapkan, nominal hadiah yang diberikan tidak sama untuk setiap siswa. Bahkan, khusus bagi siswa di SD 1 Wonosoco, terdapat hadiah dengan nominal lebih besar sebagai bentuk apresiasi.
“Ada yang mendapat Rp5 ribu, Rp10 ribu, hingga Rp100 ribu. Untuk SD 1 Wonosoco memang kami beri lebih sebagai bentuk perhatian karena berada di desa yang sama,” jelasnya.
Ia menambahkan, ide pemberian hadiah ini muncul dari pengamatan langsung di lapangan. Saat mendistribusikan makanan, ia melihat banyak siswa yang ternyata menyukai menu sayur dan mampu menghabiskan makanan yang diberikan.
“Melihat anak-anak lahap makan dan menikmati sayur, kami merasa terharu. Dari situ muncul gagasan untuk memberikan motivasi tambahan melalui hadiah,” terangnya.
Program ini kemudian diajukan kepada pihak yayasan dan mendapatkan persetujuan. Bahkan, pihak yayasan berkomitmen untuk mendukung inovasi tersebut selama satu bulan ke depan.
Dalam pelaksanaannya, hadiah akan diberikan secara acak, misalnya diselipkan di dalam wadah makanan atau melalui permainan sederhana bagi siswa yang menghabiskan menu MBG.
“Kami juga diminta untuk terus berinovasi agar program MBG semakin diminati. Harapannya, anak-anak semakin semangat dan terbiasa mengonsumsi makanan bergizi,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 15
