KUDUS, Liputan7.Net – Stadion Wergu Wetan Kabupaten Kudus bakal hadir dengan sejumlah fasilitas olahraga berstandar teknis yang dirancang menunjang pertandingan sepak bola, mulai dari rumput Zoysia Matrella, scoreboard LED hingga sistem pencahayaan lapangan berkapasitas tinggi.
Spesifikasi tersebut dipaparkan PPK Pembangunan Stadion Wergu Wetan, Eko Prasetyo, dalam Rapat Koordinasi Awal Paparan Pembangunan Stadion Wergu Wetan di Pendopo Belakang Kabupaten Kudus, Selasa (1/9/2026).
Eko menyampaikan proyek tersebut menggunakan skema multiyears contract dengan pembiayaan tahun anggaran 2026 dan 2027. Masa pelaksanaan ditetapkan selama 365 hari kalender sejak kontrak dimulai.
“Besar harapan kami pelaksanaan pembangunan sarana olahraga di Stadion Wergu Wetan ini bisa selesai dengan waktu yang sudah disepakati dalam kontrak, sehingga langsung bisa termanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Sebelum pekerjaan fisik berjalan, pemerintah daerah akan dilibatkan dalam Mutual Check Awal (MC0) untuk memastikan perhitungan dan luasan bangunan sesuai kondisi lapangan.
“MC0 ini untuk menghitung luasan bangunan yang akan kita lakukan pembangunan,” jelas Eko.
Berdasarkan dokumen proyek, pembangunan Stadion Wergu Wetan memiliki pagu Rp199.999.188.000, dengan nilai kontrak Rp181.399.263.516. Pelaksana konstruksi adalah PT Sinar Cerah Sempurna, sedangkan konsultan manajemen konstruksi PT Kanta Karya Utama–PT Amythas, KSO.
Stadion dirancang memiliki kapasitas 8.116 penonton, dengan komposisi 7.806 kursi reguler dan 150 kursi VIP. Rancangan tribun juga menyediakan kursi VVIP, pers serta difabel.
“Ini menjaga supaya penonton nanti akan lebih tertib dan memudahkan pihak panitia pada saat penjualan tiket,” kata Eko.
Untuk lapangan, proyek menggunakan Zoysia Matrella seluas 7.925 meter persegi. Sistem drainase menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi lapangan saat hujan.
“Lapangan rumput tidak boleh tergenang lebih dari lima menit. Diharapkan begitu turun hujan lebat, tidak lebih dari lima sampai sepuluh menit air sudah surut,” ungkapnya.
Air dari area Field of Play (FOP) nantinya dialirkan menuju sistem drainase lapangan. Jika dilakukan sertifikasi, kualitas lapangan juga akan melalui sejumlah pengujian, termasuk tes pantul dan tes gliding.
Dokumen proyek mencantumkan media tanam setebal 25 sentimeter, geotextile non-woven 150 gram per meter persegi, pemupukan, penyiraman, pemeliharaan dan top dress dua sentimeter.
Stadion juga mendapatkan scoreboard LED outdoor berukuran 7,68 x 4,80 meter yang difungsikan untuk menampilkan skor pertandingan.
“Ini akan nanti sebagai pencatatan skor pada saat pertandingan,” ujar Eko.
Spesifikasi teknisnya mencakup LED Screen P10 outdoor dengan pixel pitch 10 milimeter, central controller dan software scoreboard.
Untuk pertandingan malam, tersedia 120 unit lampu flood LED dengan output minimal 200.000 lumen, temperatur warna 5.700K dan CRI 80.
“Kalau misalkan ada pertandingan di malam hari tidak akan menimbulkan bayangan pemain, sehingga pemain lebih nyaman pada saat pertandingan,” jelasnya.
Fasilitas penunjang lainnya meliputi tata suara, proteksi kebakaran, fire alarm, CCTV, sistem informasi dan komunikasi, serta jaringan plumbing untuk air bersih, air kotor, air bekas dan air hujan.
Dari sisi struktur, proyek menggunakan spun pile diameter 60 sentimeter dengan total panjang 7.961 meter untuk pondasi tribun, scoreboard, FOP, ruang pompa dan IPAL Biomedia.
Tribun menggunakan sistem precast bermutu beton 30 MPa, sedangkan konstruksi atap menerapkan sistem space frame.
Penataan kawasan juga mencakup pengolahan tanah, drainase, perkerasan, parkir dan landscape. Volume pekerjaan pengolahan tanah mencapai 54.064,3 meter kubik.
Dengan masa pelaksanaan satu tahun, proyek tersebut diharapkan dapat selesai sesuai kontrak dan segera memberikan fasilitas olahraga baru bagi masyarakat Kabupaten Kudus. (YM/YM)
Post Views: 14
