0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Memasuki usia ke-21 tahun (21st Anniversary), Hans Bakery menyiapkan program khusus untuk merayakan perjalanan usahanya sekaligus berbagi kebahagiaan dengan pelanggan. Sebanyak 21 hadiah disiapkan dalam program undian yang berlangsung selama September 2026.

David Kurniawan, generasi kedua Hans Bakery, mengatakan program tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada pelanggan yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan Hans Bakery.

“Untuk ulang tahun Hans yang ke-21 tahun ini, bulan September kami ada event berhadiah. Kami ingin merayakan bersama pelanggan-pelanggan setia Hans sekaligus memberikan hadiah kepada mereka,” ujar David.

Dalam program tersebut, setiap pelanggan yang melakukan pembelian produk Hans Bakery senilai Rp100 ribu atau kelipatannya berhak mendapatkan kupon undian. Kupon yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan akan diundi pada 5 Oktober 2026.

David menyebutkan, terdapat 21 hadiah yang telah disiapkan sesuai dengan usia Hans Bakery tahun ini. Hadiah utama yang diberikan berupa tiga unit sepeda listrik.

Selain itu, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah lainnya, seperti kulkas, mesin cuci, microwave, blender, sepeda statis, serta sejumlah peralatan kebutuhan rumah tangga.

“Jumlah hadiahnya 21, sesuai dengan usia Hans yang ke-21 tahun,” jelasnya.

Program tersebut berlaku untuk pembelian produk Hans Bakery. Adapun produk titipan yang dijual di gerai Hans Bakery tidak termasuk dalam perhitungan pembelian untuk mendapatkan kupon undian.

David menjelaskan, Hans Bakery juga menyediakan berbagai produk titipan dari pelaku usaha lain, seperti kacang-kacangan, jajanan pasar, pastel, tahu, serta berbagai makanan lainnya. Sementara produk Hans Bakery sendiri mencakup roti, kue, makanan produksi Hans, hingga sejumlah minuman kemasan.

Saat ini, Hans Bakery juga memperluas akses pembelian bagi pelanggan melalui layanan pesan-antar daring. Produk Hans Bakery telah tersedia melalui GrabFood dan GoFood sehingga pelanggan dapat melakukan pemesanan tanpa harus datang langsung ke gerai.

Berawal dari Dapur Rumah

Perjalanan Hans Bakery tidak lepas dari peran generasi pertama, yakni Tan Mie Djoen bersama suaminya. David merupakan anak kedua dari dua bersaudara sekaligus generasi kedua yang kini turut melanjutkan perjalanan usaha keluarga tersebut.

David menceritakan, usaha Hans Bakery berawal dari kegemaran sang ibu membuat roti di rumah. Dari aktivitas sederhana tersebut kemudian muncul keinginan untuk mengembangkan usaha dengan membuka toko.

“Awalnya Mama suka bikin roti, dimulai dari rumah. Kemudian ingin membuat toko dan akhirnya berdirilah Hans Bakery,” ungkap David.

Hans Bakery pertama kali berdiri pada 19 September 2005 di Jalan A. Yani, Kudus. Pada awal berdiri, gerainya masih menempati satu lokasi toko. Seiring perkembangan usaha, tempat tersebut kemudian diperluas hingga menggunakan dua unit toko.

Dari satu gerai di Kudus, Hans Bakery terus berkembang. Setelah 21 tahun berjalan, usaha tersebut kini telah memiliki lima cabang yang tersebar di sejumlah lokasi, yakni Kudus, Pati, Semarang, kawasan Banyumanik, serta salah satu cabang lainnya.

Perkembangan tersebut juga diikuti dengan bertambahnya jumlah sumber daya manusia. Saat ini, Hans Bakery memiliki sekitar 130 karyawan yang tersebar di seluruh cabangnya.

Bagi David, perjalanan selama 21 tahun bukan sekadar soal memperluas usaha. Perjalanan tersebut menjadi proses untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan dan mempertahankan kualitas produk.

“Harapannya kami ingin merayakan bersama orang-orang dan pelanggan-pelanggan setia Hans, sekaligus memberikan hadiah. Semoga Hans bisa menjadi bakery yang lebih baik dan bisa memenuhi keinginan para pelanggan,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 19

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *