KUDUS, Liputan7.Net — Karakter Shaun the Sheep tiba-tiba muncul bersama para petani penggembala domba di tengah kemeriahan Karnaval Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kudus ke 477 di Desa Jatikulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Kehadiran rombongan unik tersebut langsung mencuri perhatian warga yang memadati sepanjang rute karnaval.
Bukan karakter asli dari layar televisi, rombongan tersebut merupakan kontingen warga RT 2 RW 6 yang tampil dengan kostum dan konsep ala serial animasi Shaun the Sheep. Penampilan mereka pun menjadi salah satu atraksi yang paling menarik perhatian dalam parade tersebut, Minggu (23/8/2026).
Tak hanya rombongan ala Shaun the Sheep, kreativitas warga juga terlihat dari kontingen RT 1 RW 6 yang tampil dengan busana ala lebah madu. Lengkap dengan berbagai pernak-pernik bernuansa lebah, penampilan mereka turut menambah warna dan kemeriahan karnaval.
Beragam konsep menarik lainnya juga ditampilkan oleh para peserta. Mulai dari busana tradisional, modern, gaya western hingga kostum kontemporer, seluruhnya dikemas dengan kreativitas dan kekompakan masing-masing kontingen.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan marching band serta pasukan pembawa bendera yang berada di barisan awal karnaval. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan satu per satu kontingen yang melintas di sepanjang jalan.
Di panggung kehormatan, tampak Kepala Desa Jatikulon Hery Supriyanto bersama Camat Jati Zainuddin serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Mereka turut menyaksikan penampilan para peserta dan memberikan apresiasi atas antusiasme serta kreativitas warga.
Karnaval tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-477 Kabupaten Kudus. Sebanyak 33 kontingen dari 29 RT di 8 RW serta berbagai unsur masyarakat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kepala Desa Jatikulon, Hery Supriyanto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi seluruh warga Desa Jatikulon.
Menurutnya, pelaksanaan karnaval juga diselaraskan dengan tema pembangunan Kabupaten Kudus melalui semangat Kudus Asik, termasuk mengangkat kepedulian terhadap pengelolaan sampah.
“Karena juga disesuaikan dengan tema Kudus Asik, pengelolaan sampah, kita berkolaborasi dan kita sinkronkan dengan tema-tema ini,” ujar Hery.
Karnaval tahun ini melibatkan 29 RT, empat sekolah dasar serta berbagai unsur organisasi masyarakat, termasuk badan otonom NU dan Muhammadiyah. Secara keseluruhan, jumlah peserta dan warga yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar seribu orang.
Hery menjelaskan, karnaval tersebut merupakan penyelenggaraan yang kedua. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang pesertanya masih dikelompokkan berdasarkan RW, tahun ini kegiatan diperluas hingga tingkat RT dan dikemas dalam bentuk perlombaan.
“Kalau kemarin masih tingkat RW, sekarang kita lebarkan tingkat RT. Tahun ini juga kita lombakan, sedangkan yang kemarin belum dilombakan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval, Santoso, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat masyarakat Desa Jatikulon dalam merayakan kemerdekaan sekaligus Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus.
“Kegiatan hari ini adalah karnaval dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT Kabupaten Kudus ke-477. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebersamaan dan kolaborasi dengan seluruh warga Jatikulon,” katanya.
Sebanyak 33 kontingen ambil bagian dalam karnaval tersebut. Para peserta berasal dari perwakilan RT, lembaga pendidikan, hingga kelompok dan organisasi masyarakat yang ada di Desa Jatikulon.
Karnaval mengambil titik awal dari Lapangan Samba dan melintasi sejumlah ruas jalan di Desa Jatikulon sebelum akhirnya finis di SD Negeri 1 Jatikulon.
Tak sekadar menjadi ajang hiburan, karnaval tahun ini juga dikemas dalam bentuk perlombaan. Panitia menyiapkan hadiah bagi juara satu, dua, tiga serta juara harapan satu hingga tiga.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, dewan juri didatangkan dari luar Desa Jatikulon. Langkah tersebut dilakukan agar para pemenang benar-benar ditentukan berdasarkan kreativitas dan penampilan terbaik tanpa adanya unsur keberpihakan.
“Juri kita ambilkan dari luar Jatikulon supaya netral. Harapannya, yang menjadi juara memang betul-betul juara dan tidak ada unsur rekayasa,” tegas Santoso.
Melalui karnaval yang penuh warna dan kreativitas tersebut, warga Desa Jatikulon menunjukkan semangat gotong royong dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-477 Kabupaten Kudus. (YM/YM)
Post Views: 18
